33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Pangdam : Jangan Terpengaruh Proxy War

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG—Kebutuhan energi di era globalisasi saat ini, hal yang paling dominan. Banyak pihak yang menempuh berbagai cara untuk dapat menguasai sumber energi. Salah satunya melalui proxy war yang merupakan perang melalui berbagai aspek yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai bangsa Indonesia menjadi kancah konflik antar agama dan antar kelompok,” kata Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto SSos, Msi di hadapan ribuan masyarakat dalam ceramah kebangsaan pada kegiatan Unissula Bersholawat III yang diselenggarakan di Kampus Unissula, Selasa malam (5/12) kemarin. Tampak Rektor Unissula Dr Anis Malik Thoha dan Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu kebangsaan lainnya.

Lebih lanjut, Pangdam meminta rakyat agar mempercayai ideologi Pancasila agar terhindar dari perpecahan. Bangsa Indonesia terbentuk dari keberagaman suku, agama, adat istiadat, demografi dan geografi. Makan persatuan dan kesatuan menjadi kunci menjaga NKRI.

Indonesia adalah negara kaya raya dan sumber daya alam sehingga tidak menutup kemungkinan negara Indonesia menjadi incaran banyak pihak, sehingga rawan konflik. “Tidak hanya dari internal bangsa, dipicu juga dari faktor eksternal. Untuk itu persatuan harus diperkuat. Jangan sampai negara ini dipecah belah,” paparnya

Pangdam memberikan contoh bangsa-bangsa yang sedang mengalami konflik berkepanjangan, seperti Libya, Irak, Yaman, Kongo, Sudan, Nigeria, Suriah dan Ukraina. Negara tersebut dikenal sebagai negara penghasil minyak besar di dunia. “Apa yang diperebutkan dengan konflik, adalah sumber daya alamnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda garda terdepan bangsa, harus dapat menghalau paham-paham yang menentang keberagaman. “Mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis dalam melahirkan kader-kader bangsa dalam mewujudkan Indonesia mandiri, maju dan terkemuka,” imbuhnya.

Habib Syeh yang kelahiran Solo ini, mengatakan siap membela bangsa Indonesia dari segala ancaman yang menimpanya. Dalam shalawatnya, Habib Syeh mengedepankan cintanya pada Indonesia. ”Bangsa Indonesia. Ayo berjuang untuk Indonesia, sekali merdeka tetap merdeka. Ya Allah jaga Indonesia dari musuh, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harga mati. Ya Allah jaga negeri kami dari makar dan musuh,” kata Habib Syeh sambil bershalawat dan diikuti oleh ribuan masyarakat. (hid/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PWI Demak Beri Penghargaan Tokoh

DEMAK-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak menganugerahkan penghargaan kepada beberapa tokoh inspiratif di Kota Wali. Ini merupakan kali pertama digelar untuk mengapresiasi kiprah dan peran...

Kebhinekaan di Peringatan HUT RI

SALATIGA - Upacara pengibaran bendera sebagai puncak peringatan HUT ke-72 RI Tingkat Kota Salatiga diikuti oleh berbagai etnis dan golongan yang ada di Kota...

Nyaris Putus Asa Saat Terserang Penyakit Langka

PADA Tahun 2010 diusianya yang menginjak 55 tahun, Ayik harus menerima kenyataan bahwa dia terserang penyakit langka yang dinamakan demyelinisasi. Yaitu penyakit yang menyerang...

Butuh Data Akurat Agar Kebijakan Tepat

PEKALONGAN -  Dalam pengambilan suatu kebijakan, pemerintah berlandaskan data yang ada. Sehingga perlu data yang akurat agar kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran kepada...

Lebaran Bisa Digunakan

BATANG-Jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang dipastikan akan bisa digunakan pada saat mudik Lebaran mendatang. Bahkan untuk proses pembebasan lahan sendiri hingga saat ini sudah...

Kuncinya, Penguasaan Pada Budaya Lokal

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Perkembangan teknologi dan informasi memberikan ruang keanekaragaman budaya semakin lebih dekat. Bahkan, seolah menyatu. Kendati demikian, kedekatan budaya tidak bisa terlepas dari komunikasi...