33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Kaum Difabel Tuntut Hak Setara

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Forum Komunikasi Difabel Kabupaten Semarang meminta hak mereka sebagai warga Kabupaten Semarang dipenuhi oleh Pemkab Semarang. Hak yang dimaksud yaitu memperoleh kesempatan yang setara dengan warga yang lain.

Hal itu diutarakan forum tersebut saat melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (6/12). Ketua forum komunikasi difabel Kabupaten Semarang, Ratna Windaryanti mengungkapkan saat ini para difabel di Kabupaten Semarang masih minim perhatian.

“Hak-hak kita sebagai warga negara kami minta diberikan seperti hak untuk mendapatkan pekerjaan, diberikan kemudahaan saat mengurus adminstrasi kependudukan dan aksesibilitas kita juga dipenuhi,” ujar Ratna.

Dijelaskan Ratna, saat ini penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang masih merasa terdiskriminasi. Ia mencontohkan dalam kepengurusan administrasi kependudukan masih banyak penyandang disabilitas yang belum tercatat sebagai warga Kabupaten Semarang. “Seperti saat ada orang autisme maupun yang down syndrome saat mengurus adminstrasi kependudukan masih ada petugas yang tidak sabar sehingga mengabaikan,” ujarnya.

Contoh lain, lanjutnya, saat ia melakukan audiensi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang. Dikatakan Ratna, saat ini kebijakan yang diberlakukan Dinsos masih untuk pembangunan masyarakat masih bersifat umum.

Padahal, kaum disabilitas membutuhkan kebijakan khusus yang juga berpihak kepadamereka.

“Mereka (Dinsos) saat kita audiensi banyak yang tidak tahu terkait apakah ada program yang berpihak ke kita. Untuk penganggaran dan lain-lain,” tuturnya.

Bentuk diskriminasi lain yang kerap di alami penyandang disabilitas yaitu sulitnya mereka untuk memperoleh pekerjaan. Banyaknya perusahaan di Kabupaten Semarang, lanjutnya, ternyata kurang berpihak kepada penyandang disabilitas.

Meski syarat jenjang pendidikan untuk memperoleh pekerjaan penyandang disabilitas terpenuhi namun kesempatan itu tidak bisa mereka rasakan.“Saya dulu pernah keterima kerja di sebuah perusahaan, karena kondisi saya sepertu ini sata diberhentikan secara sepihak,” tuturnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, banyam dialami oleh penyandang disabilitas. Terkait dengan aksesibilitas, penyandang disabilitas juga kurang diperhatikan. Dikatakan Ratna saat ini masih banyak fasilitas umum dan perkantoran milik Pemkab Semarang yang kurang ramah terhadap penyandang disabilitas.“Pintu masuk banyak yang tidak dilengkapi rum sehingga kita kalau masuk ke kantor harus dibantu orang lain tidak bisa mandiri,” katanya.

Khusus untuk anak-anak disabilitas kesempatan memperoleh hak pendidikan yang layak juga masih minim. Dikatakannya, hingga kini belum ada guru pendamping khusus bagi anak penyandang disabilitas.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mengungkapkan saat ini pihak eksekutif belum mengusulkan apapun ke pihak legislatif terkait dengan kebijakan yang benar-benar pro kaum difabel.“Sampai sekarang belum ada usulan apapun itu dari eksekutif yang pro dengan kaum difabel,” ujar Bambang yang akrab disapa Krebo tersebut.

Ia juga mengatakan, DPRD Kabupaten Semarang siap mengawal segala kebijakan pro disabilitas apabila nantinya diusulkan pihak eksekutif. Dikatakan Bambang, selama ini ruang-ruang publik di Kabupaten Semarang juga belum ramah akan kaum disabilitas. “Termasuk dalam hal ini penataan kota. Di ruang publik tidak diperhatikan Pemerintah,” katanya.

Audiensi yang langsung diterima oleh pimpinan DPRD Kabupaten Semarang tersebut juga sebagai bentuk penyatuan kelompok-kelompok disabilitas di wilayah Kabupaten Semarang. melalui sebuah wadah organisasi disabilitas tersebut dapat menjadi sebuah jembatan antara Pemkab Semarang dengan dengan para penyandang difabel sendiri.

“Harapan mereka juga kelompok usaha disabilitas bisa dijembatani pemerintah daerah. Kita menyambut baik hal itu, sehingga nantinya akan kita komunikasikan dengan pihak eksekutif,” pungkasnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...