33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

IAIN Salatiga Tambah Profesor

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SALATIGA – Prof Dr H Zakiyuddin Baidhawy MAg menambah jumlah guru besar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Saat ini IAIN Salatiga memiliki 4 guru besar. Zakiyuddin sebenarnya profesor ke-7 IAIN, namun 3 guru besar lain sudah memasuki masa pensiun.

Pengukuhan dilaksanakan Rektor IAIN Dr Rahmat Hariyadi di Aula Kampus I IAIN jalan Tentara Pelajar, kemarin pagi. Dalam kesempatan tersebut, rektor berharap dosen muda di bawah lembaganya memburu gelar profesor. “Dahulu kita sering mendapatkan cerita bahwa seorang gelar profesor itu disandang oleh orang yang sudah tua, rambut sudah putih dan pelupa,” terang Rahmat.

Oleh karenanya, Rahmat berharap para dosen muda mengejar gelar profesor, agar kasusnya tidak seperti cerita tadi. Jika profesor banyak disandang oleh dosen muda maka, akan ada rentang waktu panjang dalam mengembangkan lembaga. Gelar profesor sangat penting untuk menambah bobot lembaga dan menjadi tanggung jawab keilmuan kepada publik.

Zakiyuddin dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Studi Islam. Ia membawakan orasi ilmiah berjudul “Telusur Jejak Genealogis Terorisme dan Implikasinya Bagi Studi Islam Indonesia”.

“Dengan menelusuri jejak-jejak terorisme dan kekerasan di barat dan timur, termasuk Islam, kita dapat mengatakan bahwa persoalan utama terorisme dan kekerasan di dunia Islam adalah reaksi atas kekerasan dan ketidakadilan yang dilakukan barat, dan khususnya keberpihakan barat dalam konflik Israel-Palestina,” jelas Zakiyuddin.

Menurutnya, sebagaimana di barat, terorisme di dunia Islam pertama-pertama justru dilakukan oleh ‘aktor negara’ (state terrorism) yang otoriter. Sementara itu,  terorisme sipil terjadi ketika kebebasan mereka ditekan, dan pada saatnya melahirkan perlawanan dan pemberontakan atas para penindasnya. Jadi, semua problem tersebut melahirkan terorisme bukan semata untuk melawan barat, namun juga untuk melawan tatanan politik kawasan  yang tidak berkeadilan. (sas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Farmasis Sebaiknya Punya Akses Peroleh Informasi Genetik Pasien

MUNGKID— Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar seminar nasional di aula Fikes. Pembicaranya, profesor asal Belanda. Seminar yang digagas oleh Fikes UM Magelang ini bertema...

Lulusan Kedokteran Harus Siap Berkompetisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Semakin banyak universitas di Indonesia yang memiliki fakultas kedokteran (FK). Setiap tahunnya, meluluskan sekitar 10 ribu lulusan dari 83 fakultas. Karena...

Usul Sunan Kuning Jadi Wisata Religi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rencana penutupan Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK) mendapat tanggapan dari DPRD Kota Semarang. Komisi D meminta Pemkot Semarang untuk...

Temu Ormas, Hans Diminta Jaga Kebhinnekaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Maju di Dapil 1 Jateng dari Partai Nasdem untuk calon legislatif (Caleg) DPR RI, Hans Christian Hosman bertemu dengan para ormas kepemudaan, antara...

Usung Konsep Simple and Safety  

SEMARANG – Produk city car keluaran dari Toyota,  yakni Agya saat ini menjadi salah satu mobil yang digandrungi kalangan anak muda. Bodinya yang mungil,...

Mahasiswa Humas Undip Gelar Gerakan Genuk Sehat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar “Gerakan Genuk Sehat” di Kelurahan  Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kampanye kesehatan dan lingkungan...