33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Disiplin Positif, Semangat Cegah Bullying

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG-Pemberian sanksi atau hukuman dari guru kepada siswa juga masuk dalam kategori perilaku perundungan atau bullying. Pasalnya, hukuman atau sanksi yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan pelanggaran siswa. Hal itu, tidak memberikan efek kesadaran bagi para pelaku perbuatan negatif di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Unicef perwakilan Jawa, Arie Rukmantara di sela kegiatan Roots Day: Deklarasi Pencegahan Perundungan atau Bullying di Sekolah, yang dilaksanakan di Lapangan SMP 17 Semarang, Rabu (6/12) kemarin.

“Misalkan, siswa terlambat atau makan di kelas. Dia disetrap atau disuruh berdiri di tengah lapangan. Itu mungkin menimbulkan efek jera, tetapi hukuman itu belum mampu membuat siswa menyadari bahwa yang dilakukannya itu salah,” jelas Arie.

Karena itulah, kata Arie, pihaknya melakukan deklarasi pencegahan bullying sebagai puncak dari rangkaian proses panjang pencarian agent of change yang dibentuk oleh Unicef bekerjasama dengan Yayasan Setara. Semarang dan Klaten menjadi pilot project di Jateng, setelah sebelumnya kegiatan serupa berhasil dilakukan di Papua.

Arie mengatakan, program penerapan agent of change untuk siswa dan disiplin positif bagi para guru ini telah berhasil dilakukan di Papua. Oleh karenanya, di Jawa Tengah, Kota Semarang dan Kabupaten Klaten yang terpilih ada beberapa sekolah. Di antaranya SMP 17 Semarang dan SMP 33 Semarang sebagai pilot project.

“Tentunya, kami harapkan 40 siswa yang telah mengikuti pendampingan selama hampir 4 bulan benar-benar bisa menjadi agent of change dan menebarkan semangat disiplin positif. Harapannya bisa menciptakan suasana nyaman dalam pembelajaran,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMP 17 Semarang Mukaromah mengatakan, dirinya berterimakasih kepada Unicef dan Yayasan Setara yang telah mempercayakan sekolahnya menjadi salah satu pilot project pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, para siswa dan guru dapat memulai perubahan untuk meningkatkan prestasi sekolah.

“Dengan penerapan Disiplin Positif ini, kami berharap anak-anak bisa kooperatif dan memahami konsekuensi logis ketika seseorang melakukan pelanggaran atau hal negatif,” katanya.

Acara tersebut dihadiri perwakilan dari Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Agama, Dinas P3AKB Provinsi Jateng, Dinas P3A Kota Semarang, dan Yayasan Setara. (tsa/ida)

Berita sebelumyaSuka Belajar Sejarah
Berita berikutnyaTaman Halmahera Ramah Difabel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tanamkan Nasionalisme

DINA Wulandari, guru MI Miftahul Huda (Mida) Pandemulyo Bulu, Kabupaten Temanggung, punya cara tersendiri untuk menanamkan nasionalisme pada peserta didiknya. Caranya, ia tidak segan-segan...

Saksi Diminta Melapor

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Aparat Polres Magelang Kota mulai menyelidiki insiden pelemparan batu terhadap bus tim Persikama Kabupaten Magelang, Minggu (25/3) lalu di Simpang Canguk....

33 Ribu Hektare Terancam Gagal Tanam

KAJEN-Bendungan Sipon di Desa Mulyorejo, Kecamatan Kesesi, mengalami rusak parah. Akibatnya, sawah seluas 33 ribu hektare di-16 desa di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, gagal...

Belajarlah dari Bumi Pertiwi

RADARSEMARANG.COM - DUNIA selalu berubah. Kehidupan yang dulu primitif, kini berubah modern. Nilai-nilai kehidupan pun berubah, seiring perubahan zaman dan peradaban. Yang dulu hanya...

Gelar Lomba Kitab Kuning

WONOSOBO - Garda Bangsa Wonosobo menggelar lomba Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) di Aula Almansur, Kauman, Kamis (16/3. Lomba diikuti sedikitnya oleh 80 santri yang...

Olah Sampah Jadi Gas Metana

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti yang mewakili Bupati Pekalongan memimpin Apel Siaga Kebersihan dengan target pengurangan sampah dan penanganan sampah rumah...