DID Turun, Perjalanan Dinas Dipangkas

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MAGELANG – Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima Pemkot Magelang pada tahun anggaran 2017 menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, pada 2016 lalu, Pemkot Magelang mendapat anggaran sebesar Rp 47 miliar, kini hanya sebesar Rp 10,75 miliar. Pemkot akan melakukan efisiensi perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN).

“Untuk tahun ini turun memang, tapi bukan karena kinerja kita yang jelek. Itu karena kemampuan keuangan negara yang terbatas. Karena dari pemerintah pusat, lebih dialokasikan untuk dana desa maupun infrastruktur di daerah lain,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Larsita, Selasa (5/12).

Larsita mengatakan, besaran DID ditentukan oleh Kementerian Keuangan RI. Jumlahnya tergantung dari kemampuan anggaran pemerintah pusat. Penurunan DID ini tidak hanya terjadi di Kota Magelang, bahkan hampir di semua daerah.

“Hal ini dilatarbelakangi alokasi anggaran pemerintah pusat yang diprioritaskan untuk daerah kurang mampu. Sementara kondisi di Kota Magelang sendiri dari segi penganggaran dan pendapatan asli daerah (PAD)-nya selalu meningkat setiap tahun. Saya kira mungkin ini jadi pertimbangan juga dari pemerintah pusat dalam memberikan insentif ke daerah,” tandas Larsita.

Meskipun penerimaan DID turun, Larsita mengaku, hal ini tidak akan berimbas kepada layanan masyarakat. Kemungkinan memang ada beberapa alokasi program yang tidak terakses anggaran namun tidak akan mempengaruhi program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Terkait dengan upaya menyiasati turunnya jumlah DID tahun ini, Pemkot akan menerapkan sistem efisiensi dan rasionalisasi. “Efisiensi dalam artian bahwa ada beberapa program yang tidak bersentuhan langsung kepada masyarakat ditunda dulu. Setelah kita rasa punya alokasi, mungkin ke depan bisa direalisasikan. Contohnya adalah belanja ATK dan perjalanan dinas aparatur sipil negara,” papar Larsita.

Larsita menyebutkan, meski DID nilainya turun, Pemkot akan mendapat tambahan dari pemerintah pusat sebesar Rp 7,5 miliar. “Total yang kita dapatkan dari Kementerian Keuangan tahun ini adalah Rp 18,25 miliar. Memang masih jauh lebih kecil, jika dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga kita akan praktikkan skala priortas terhadap program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelas Larsita. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This