33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Linggoasri Layak Jadi Sanatorium Tuberkulosis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN-Kawasan Objek Wisata Linggoasri di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, sangat layak dijadikan sanatorium, yaitu sebuah fasilitas medis untuk penyakit jangka panjang terutama tuberkulosis. Hal itu didukung lingkungan dengan ketinggian di atas 600 meter dari permukaan laut, dengan udara yang sejuk karena dikeliling oleh perbukitan daan hutan pohon pinus, serta beberapa pohon besar yang terjaga kelestarian.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, di sela penyampaian pendapat atas dua Raperda Inisitatif DPRD Kabupaten Pekalongan, yaitu Raperda Penanggulangan Tuberkulosis dan Raperda Produk Hukum, dalam sidang paripurna di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin malam (4/12) kemarin.

Menurut Bupati Asip, dipilihnya kawasan Linggoasri karena udaranya sejuk, akses jalannya mudah dijangkau, lantaran dilintasi jalan raya yang menghubungkan antar kabupaten/kota serta. Selain itu, lahan di kawasan Linggoasri sangat luas untuk digunakan sanatorium.

“Raperda inisiatif tentang Penanggulangan Tuberkulosis harusnya ada konten unsur lokal. Misalnya, di kawasan Linggoasri bisa dijadikan sanatorium untuk penyakit tuberkulosis,” katanya.

Bupati Asip juga menambahkan bahwa ketinggian kawasan Linggoasri sekitar 600-an di atas permukaan laut, bukan termasuk salah satu kawasan yang padat permukiman. Kalaupun ada permukiman, masih cukup jauh letaknya.

Bupati Asip juga mengharapkan adanya pembahasan lebih lanjut, agar diatur secara rinci dari setiap strategi upaya penanggulangan tuberkulosis oleh setiap perangkat daerah dan masyarakat dalam teknis pelaksanaan.

Menurutnya, Raperda ini perlu dikonsultasikan kepada Pemprov Jateng, agar dapat disusun sesuai kaidah, norma, dan kewenangan serta menjadi payung hukum yang efektif bagi Kabupaten Pekalongan. “Berdasarkan pencermatan kami, Raperda ini masih mengadopsi penuh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, sehingga perlu dikonsultasikan ke Pemprov Jateng,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Target Biayai 1.000 Rumah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Prospek bisnis properti diprediksi akan menggembirakan di tahun 2018 seiring dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan hunian meningkat tiap...

Pegawai PN Jalani Tes Urine

KEBUMEN – Polres Kebumen secara mendadak menggelar tes urine pada pegawai Pengadilan Negeri (PN) Kebumen, Jumat (17/11) pagi. Tanpa terkecuali, semua pegawai ataupun karyawan...

Seniman Maroko Kepincut Tari Jawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Maroko terkesima dengan lenggak-lenggok tarian Jawa yang dibawakan Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo. Bahkan, tak sedikit seniman asal...

Tolak Aksi Rohingya di Candi Borobudur

MUNGKID— Rencana aksi peduli Rohingya yang akan dilakukan oleh sejumlah organisasi Islam di kawasan Candi Borobudur pada 8 September medatang, akhirnya batal. Selain lokasi...

Khawatir Jadi Gedung Serbaguna yang Tak Berguna

RADARSEMARANG.COM - Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang bakal dirombak total. Master plan dan Detail Engineering Design (DED) pusat budaya dan...

Ditinggal Opname, Rumah Dibobol Maling

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Sungguh naas apa yang dialami oleh Mardiyah,45, warga Desa Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, ini. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Bagaimana...