33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Kid Zaman Now dan Update Status Beraksara Jawa

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

PEMBELAJARAN Bahasa Jawa, khususnya Aksara Jawa di sekolah bagi sebagian besar siswa sangat menyengsarakan dan menjadi momok yang menakutkan. Kebanyakan siswa menganggap bahwa Aksara Jawa adalah materi yang sulit karena mempunyai berbagai macam bentuk dan aturan penulisan yang rumit.

Mata pelajaran Bahasa Jawa menjadi satu di antara tiga mata pelajaran yang ditakuti siswa, selain Matematika dan Bahasa Inggris. Padahal sebagai mata pelajaran muatan lokal, Bahasa Jawa berasal dari akar budaya siswa sebagai orang Jawa. Namun mirisnya pelajaran Bahasa Jawa khususnya Aksara Jawa bagi siswa adalah materi pelajaran yang membosankan dan kurang diminati.

Sebagian besar siswa menganggap bahwa Aksara Jawa itu kuno dan tidak ada manfaatnya bagi mereka. Kendala lain kurang mampunya siswa menguasai Aksara Jawa adalah karena kurangnya secara intensif siswa diajarkan Aksara Jawa itu saat mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Apalagi diperparah dengan tidak adanya penggunaan Aksara Jawa dalam kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, buku-buku yang beraksara Jawa yang bisa dibaca sebagai referensi dan berbagai aktivitas lain yang berhubungan dengan penggunaan Aksara Jawa.

Sebagai seorang guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Jawa di sekolah menengah pertama (SMP), kendala tersebut menjadi pekerjaan rumah yang sangat rumit untuk dipecahkan. Sekaligus sebagai tantangan yang harus segera diselesaikan. Pasalnya, Bahasa Jawa menjadi muatan lokal yang memiliki nilai adiluhung.

Momok yang menakutkan dicoba diubah menjadi menyenangkan dan menggembirakan saat siswa mengikuti mata pelajaran. Caranya melalui pendekatan minat siswa terhadap apa yang sering mereka lakukan.

Satu di antara yang menjadi kebiasaan anak zaman sekarang alias kid zaman now tak lepas aktivitas mereka dengan media sosial atau medsos. Setiap hari mereka seakan tak pernah lepas berinteraksi di dunia maya melalui Facebook, WhatsApp dan Instagram.

Siswa seakan telah didera ketergantungan media sosial. Sehingga keseharian mereka tak bisa lepas dari medsos tersebut. Mereka cenderung menggunakan medsos sebagai alat komuniksi belaka. Belum mempergunakan sebagai sarana pembelajaran yang maksimal. Fungsi pendidikan perlu ditanamkan oleh guru kepada siswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...