33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Kebut Pembangunan Jalan Penghubung

Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Pembangunan sektor infrastruktur masih terus fokus dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur. Sekdes Kalikayen, Dita mengungkapkan hal itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan desa.

“Lokasi Desa kita yang terletak di pinggir Kabupaten Semarang memang sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur,” ujar Dita, kemarin. Disamping itu, kondisi topografi Desa tersebut dikelilingi oleh bukit.

Dimana letak antar masing-masing dusun juga terbilang cukup jauh. Akses penghubung yang merupakan jalan poros Desa mendesak dibutuhkan. Sehingga pembangunan jalan poros Desa saat ini tengah dikebut.

Selain jalan poros Desa, juga pembangunan jembatan dan bendungan masih berjalan. “Untuk jalan porors Desa yaitu rabat beton sebagian besar sudah selesai, tinggal jembatan dan bendungan,” katanya.

Dikatakannya, kondisi infrastruktur, ia mencontohkan jalan, sebelum adanya Dana Desa (DD) untuk Desa Kalikayen memang sangat memperihatinkan. Letaknya yang paling luar dari Kabupaten Semarang, lanjutnya, kurang begitu mendapatkan perhatian.

Sehingga dengan adanya DD, dan penataan anggaran melalui APBDes, infrastruktur dapat dibangun. Pembangunan infrastruktur antaralain jalan poros Desa. “Kan saat ini jalan poros Desa tidak bisa dibangun Pemkab Semarnag karena merupakan aset milik Desa, sehingga Desa yang berkewajiban membangun menggunakan DD,” ujarnya.

Saat ini APBDes untuk 2017 Desa Kalikayen sebesar Rp 1.358.042.000. APBDes tersebut diperoleh dari beberapa Pendapatan Asli Desa (PADes). Diantaranya DD sebesar Rp 796.717.000, Bagi hasil pajak dan retribusi daerah sebesar Rp 55.043.000.“Juga Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 456.032.000, dan Bantuan keuangan kabupaten sebesar Rp 50.250.000,” katanya.

Penggunaan APBDes Kalikayen juga dilakukan dengan transparan. Wujud transparansi tersebut yaitu dengan poster penggunaan APBDes 2017 yang terpampang di depan kantor Kepala Desa Kalikayen. “Supaya warga juga bisa ikut mengawasi penggunaan APBDes kita,” katanya.

Pembangunan rabat beton di desa tersebut memang menjadi pilihan. Hal tersebut dikarenakan kontur tanah yang labil, sehingga apabila pembangunan hanya pengaspalan dikhawatirkan tidak dapat bertahan lama. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...