33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Ganjar Sambungkan Listrik Gratis 6.163 Warga Miskin

Rasio Elektrifikasi 99 Persen pada 2018

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

PEKALONGAN- Ribuan rumah warga yang puluhan tahun tidak teraliri listrik kini telah terang benderang. Pemprov Jateng memberi bantuan sambungan listrik gratis untuk 6.163 rumah tangga miskin. Jumlah tersebut adalah bantuan untuk tahun 2017 saja. Pemprov Jateng telah memberikan bantuan listrik gratis sejak 2014. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setiap kunjungan ke daerah. Beberapa waktu lalu, giliran bantuan untuk Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Desa Krandon mendapat bantuan listrik untuk 12 rumah tangga. Total listrik gratis untuk Kabupaten Pekalongan, sebanyak 316 rumah tangga.

Ganjar mengatakan, sambungan listrik gratis dilaksanakan sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan. “Agar saudara kita sama-sama bisa menikmati listrik,” katanya.

Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat rumah di Jateng yang belum berlistrik. Dari 9.220.238 rumah tangga, yang belum teraliri listrik masih ada 448,785. Meski demikian, rasio elektrifikasi Jateng terhitung cukup bagus, yakni 95,13 persen. Rasio Jateng masih di atas nasional yang hanya 92 persen.

“Rasio kita sudah melebihi target 2017 yang ditetapkan 92 persen. Kita sedang menuju target 2018 capaian rasio elektrifikasi 99 persen,” bebernya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Jateng, Teguh Dwi Paryono, menjelaskan, penerima manfaat dibebaskan dari biaya sambungan listrik. Mereka juga mendapat bantuan pulsa listrik Rp 200 ribu. “Sifatnya stimulan, jadi setelah pulsa habis ya diharapkan membayar sendiri, tapi meski prabayar kan yang subsidi jadi murah,” ujarnya.

Sugiyanto, salah satu penerima sambungan listrik gratis mengatakan, dirinya bersyukur mendapat bantuan. Puluhan tahun rumahnya tidak teraliri listrik. “Kalau malam ya pakai lampu minyak, tapi minyak tanah sekarang susah dan mahal. Pekerjaan saya nasional ee.. maksudnya serabutan apa saja, penghasilan cuma Rp 50 ribu sehari sudah bagus,” kata pekerja serabutan ini.

Warga Desa Ketanon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan ini juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Sebelumnya, ia menggambarkan rumahnya yang berukuran 5 x 7 meter itu seperti kandang kerbau. “Wah, dulu kandang kebo lah, sekarang sudah tembok lantai plester dan atapnya aman tidak bocor,” ujar bapak tiga anak ini. (amh/hms/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Maksimalkan Open Data, Cegah Pejabat Korupsi

SEMARANG-Masyarakat secara umum, cenderung masih kesulitan mengakses data pemerintah yang berkaitan dengan pertanggungjawaban publik. Sedangkan pihak pejabat pemerintah, cenderung menolak membeberkan informasi data mengenai...

Paslon PDIP Tanpa Koalisi dengan Gerindra

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengumumkan tujuh pasangan calon (paslon) yang diajukan pada bursa Pilkada di tujuh daerah di Jateng....

Dukung BPJS Kesehatan Cover Semua Warga  

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak mendukung upaya BPJS kesehatan untuk meng-cover jaminan kesehatan kepada semua warga di Kota Wali. Peran Pemkab Demak dalam mewujudkan...

Pecah Ban Mobil, Gasak Rp 426 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Aksi kejahatan dengan modus pecah ban kambuh lagi di Kota Semarang. Kali ini, dialami Anton Setyawan, 30, karyawan salah satu perusahaan advertising di...

Booming saat Kerap Dimainkan Ibu-Ibu Dharma Wanita

Petrus Kaseke adalah pembuat alat musik kolintang yang masih bertahan hingga sekarang. Pria 74 tahun ini memproduksi kolintang di rumahnya di bilangan Jalan Osamaliki,...

Jaga Kekompakan, Bangun Kecamatan Suruh

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Sekretaris desa (Sekdes) di Kecamatan Suruh terus menjaga kekompakan untuk mencapai hasil kinerja yang maksimal. Hal ini terbukti dengan sejumlah kegiatan...