31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

426 Balita Gizi Kurang Terima Bantuan

KAJEN– Sebanyak 426 balita yang mengalami gizi kurang atau malnutrisi, menerima bantuan berupa Nutrisi Little Bits atau makanan suplemen bergizi dari Amway, Selasa (5/12) kemarin. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi menyerahkan suplemen bergizi kepada balita gizi kurang di Kecamatan Talun. Bersamaan dengan pelantikan pengurus Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak atau Gema Setia di Kantor Kecamatan Talun.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan status gizi tahun 2016, terdapat 3,4 persen balita dengan gizi buruk dan 14,4 persen gizi kurang atau sebanyak 426 balita yang mengalami gizi kurang di Kabupaten Pekalongan. Karena itulah,

pemberian nutrisi tambahan terhadap balita gizi kurang, akan dilakukan selama satu tahun penuh. Sambil dimonotoring dan dievaluasi oleh Tim Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak (Gema Setia) Tingkat Kecamatan rutin sebulan sekali. “Gema Setia ini untuk menekan angka gizi buruk dan kematian ibu dan anak, serta ibu hamil,” ungkap Hj.Munafah.

Hj Munafah menambahkan bahwa salah satu prioritas pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah upaya perbaikan gizi yang berbasis pada sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal. Untuk itu perlu ada lembaga atau tim, yang berfungsi untuk memantau perkembangan balita dengan kondisi gizi kurang.

“Kurang gizi akan berdampak pada penurunan kualitas SDM. Bahkan, dapat berakibat pada kegagalan pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan, menurunkan produktivitas, meningkatnya angka kesakitan serta kematian,” kata Hj Munafah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, Sutanto Setiabudi menegaskan bahwa Kecamatan Talun merupakan salah satu kecamatan yang memiliki angka gizi kurang cukup tinggi, yakni sebanyak 43 balita dan tertinggi ada di Kecamatan Bojong dengan 47 balita gizi kurang.

Menurutnya, dengan adanya Tim Gema Setia tingkat desa hingga kecamatan, maka pertumbuhan balita yang mengalami gizi buruk atau gizi kurang akan terpantau dan jumlahnya bisa berkurang. “Tim Gema Setia selalu berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat, sehingga jika terjadi gangguan pada balita yang mengalami gizi buruk atau gizi kurang bisa langsung ditangani dengan baik,” tegas Sutanto. (thd/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here