Jamin Pengobatan Kanker Gratis

  • Bagikan
Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang
Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang

“Tahun 2014 lalu jumlah penderita penyakit ini amat tinggi yaitu sebanyak 1.157 kasus. Maka dari itu harus ada langkah solusi untuk mengurangi bersama-sama,”

Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang

SEMARANG – Mahalnya pengobatan penyakit kanker menjadi perhatian Pemkot Semarang. Para penderita kanker kini bisa berobat dengan memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC).

Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi mengatakan masyarakat Kota Semarang yang mengidap kanker bisa memanfaatkan program tersebut. Apalagi saat ini jumlah penderita kanker bisa dibilang sangat memprihatinkan. “Tahun 2014 lalu jumlah penderita penyakit ini amat tinggi yaitu sebanyak 1.157 kasus. Maka dari itu harus ada langkah solusi untuk mengurangi bersama-sama,” katanya, kemarin.

Ia menerangkan, penderita kanker saat ini menjadi perhatian, walaupun pada tahun 2015 jumlahnya bisa ditekan menjadi 654 kasus. Namun menurut dirinya masih sangat memprihatinkan. Di tahun berikutnya tren ini grafiknya kemudian naik lagi, pada tahun 2016 menjadi 749 kasus.

“Dengan UHC saya harap bisa memberikan penanganan yang sifatnya lebih ke arah pencegahan atau preventif dan pengobatan atau kuratif secara gratis. Atau minimal melakukan tindakan preventif dengan melakukan deteksi dini pemeriksaan payudara,” jelasnya.

Ia membeberkan jika semua fasilitas ini diberikan secara gratis tanpa syarat-syarat apapun. Namun bila penderita dinyatakan kanker stadium lanjut, Pemkot Semarang tetap memberikan fasiltas berobat dan kemoterapi gratis fasilitas di perawatan kelas 3. “Fasilitas berobat dan penyembuhannya juga akan digratiskan,” tegasnya.

Terpisah, Dr. Randita, Sp.B dari RS. KRMT. Wongsonegoro menerangkan untuk mengurangi risiko kanker payudara, masyarakat bisa melakukan cek kesehatan secara berkala (sadari & sadanis), kedua dengan menghindari asap rokok, kemudian diet gizi seimbang dilanjutkan dengan istirahat cukup dan kelola stres. “Konsumsi serat buah dan sayur, penuhi cukupan vitamin A dan D, konsumsi kedelai pada wanita dewasa, dan aktivitas fisik yang baik juga akan menurunkan risiko kanker payudara,” tambahnya. (den/ric)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *