33 C
Semarang
Selasa, 20 Oktober 2020

Semangati Kaum Difabel Tetap Kuat dan Percaya Diri

Lebih Dekat dengan IM3Boys, Klub Motor Penyandang Disabilitas

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Klub motor biasanya bergantung merek dan jenis motor yang dikendarai. Beda dengan klub IM3Boys, yang merupakan kepanjangan dari Ikatan Motor Roda Tiga Boyolali-Salatiga. Anggotanya adalah para penyandang disabilitas. Seperti apa?

DHINAR SASONGKO, Salatiga

BELASAN sepeda motor terparkir rapi di depan Mal Tamansari Salatiga, kemarin malam. Layaknya klub motor yang tengah kopdar, para pengendaranya tidak banyak yang beranjak dari motornya.
Hal mencolok yang membedakan dari klub motor lain adalah jumlah roda tiap kendaraan.

Di klub motor tersebut, setiap motor memiliki roda tiga buah. Ada yang beroda samping seperti sidespan di Vespa. Ada juga yang belakangnya berubah menjadi dua roda, seperti sepeda roda tiga milik anak – anak.

Itulah gambaran Klub IM3Boys yang tengah mengadakan kopi darat (kopdar) untuk memperingati Hari Difabel Internasional (HDI) yang jatuh pada 3 Desember.

“Kita ini berkumpul untuk memperingati HDI. Anggotanya berasal dari Salatiga, Kabupaten Semarang dan Boyolali,” terang Suharyono, 58, Ketua Klub IM3Boys kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, klubnya sebenarnya sudah berdiri sejak 4 Maret 2011 silam. Namun jarang diketahui publik. Menurutnya, setiap bulan selalu diadakan pertemuan yang diikuti sekitar 25 anggotanya. Pertemuan rutin dilakukan dengan anjangsana dari satu anggota ke anggota yang lain.

“Dari anjangsana itu, kita bisa saling mengenal satu dengan yang lain dan lebih akrab,” katanya.

Selain itu, sama dengan klub lain, mereka juga melakukan touring ke luar kota, seperti Jogjakarta. Hal itu dilakukan jika cuaca bagus dan disepakati seluruh anggota. Namun syarat kelengkapan berkendara seperti SIM D yang khusus bagi kaum difabel dan perlengkapan di sepeda motor harus dipenuhi.

Seperti malam kemarin, mereka melakukan konvoi keliling Kota Salatiga. Hal itu dilakukan untuk menyosialisasikan keberadaan kaum difabel di Salatiga. Selain itu, mereka berharap agar pemkot lebih memperhatikan dan memberikan akses bagi kaum difabel seperti di kantor – kantor pelayanan publik.

“Kita juga mensosialisasikan agar anak – anak yang menyandang disabilitas harus lebih percaya diri dan kuat,” papar Suharyono.

Anggota klub, Suhartoyo, 45, menambahkan, jika dalam membuat sepeda motor roda tiga membutuhkan biaya antara Rp 3,5 juta sampai Rp 4,5 juta. Selain itu juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan atau jenis disabilitasnya. “Sehingga fungsi utama membantu transportasi bisa dirasakan,” katanya.

Menurut dia, motor matic memang lebih praktis jika dibuat, namun memiliki kekurangan di kekuatan mesin, utamanya saat menanjak.

“Saya sebelumnya menggunakan motor manual, dan sekarang saya ganti yang matic. Namun tenaganya bagus yang manual,” jelas Sardi, salah satu anggota yang sudah mengalami disabilitas sejak kelas 3 SD. “Untuk manual, rantai memang agak boros dan harus diganti yang besar,” tambahnya.(*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...