33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Pedagang Selular Semakin Resah

Gugat Pembatasan Registrasi Kartu Perdana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG Komunitas pedagang selular di Kota Semarang yang beranggota 1.100 orang memprotes kebijakan pemerintah tentang registrasi dan pembatasan kepemilikan kartu perdana selular yang akan diberlakukan mulai 28 Februari 2018 mendatang. Mereka menilai kebijakan tersebut akan mematikan usaha ritel selular kecil di level bawah. Sebab, sejauh ini penjualan kartu perdana paket internet menjadi tulang punggung dalam industri ritel, terutama pedagang kecil.

“Pendapatan utama yang diperoleh ritel selular paling besar dari penjualan kartu perdana data internet. Sehingga kartu perdana ini bisa dibilang menjadi tulang punggung dalam ritel,” kata Sekretaris Jenderal Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI)-Komunitas Pedagang Selular Jateng-DI Jogjakarta, Wiyoto, Senin (4/12).

Sehingga rencana kebijakan pemerintah yang akan membatasi kepemilikan kartu perdana seluler, dan akan diberlakukan pada 28 Februari 2018 mendatang, membuat pedagang resah. Nantinya, setiap orang registrasi menggunakan satu nomor KTP dan KK (Kartu Keluarga) hanya diperbolehkan maksimal memiliki tiga kartu. Masing-masing kartu memiliki tiga kali registrasi, setelah itu diblokir.

Kalau itu dilaksanakan akan membunuh pedagang ritel kecil atau tradisional channel. Kami sebagai pihak yang banyak dirugikan. Anehnya, khusus modern channel yang direkomendasikan operator diperbolehkan registrasi sendiri. Atas hal itulah kami akan menggugat,” ujar Wiyoto.

Pihaknya mengaku mendukung kebijakan registrasi menggunakan nomor KTP dan KK tersebut. Tetapi menolak untuk pembatasan jumlah kepemilikian kartu perdana.

“Memang, margin keuntungan per kartu perdana hanya beberapa ribu. Tetapi kuantitasnya tinggi, karena bisa menjual dalam jumlah ribuan. Sehingga kalau diberlakukan pembatasan kartu perdana, maka dampak terburuknya bisa mengakibatkan pedagang ritel gulung tikar,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah ritel selular yang terdaftar sebagai anggota KNCI di Kota Semarang kurang lebih 1.100 orang, dari total kurang lebih 2.000 ritel. Pendapatan yang diperoleh dari bisnis kartu perdana tersebut tergolong besar, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Komunitas kami se Indonesia memiliki alokasi khusus untuk bantuan sosial bencana. Bahkan musibah terjadi kapan pun, kami bergerak membantu saudara kita yang terkena musibah,” katanya.

Penasihat KNCI Jateng-DIJ, Joeniran, mengatakan, pihaknya mengaku telah melakukan audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia terkait kebijakan tersebut. Menurut dia, sudah ada respons dari regulator tersebut saat dialog digelar seperti opsi unreg atau registrasi ulang bagi kartu selular yang mati dan kebijakan kepemilikan kartu perdana lebih dari tiga dengan meregistrasi sendiri ke kantor operator telekomunikasi.  “Kami melihat ada kebijakan yang berat sebelah dengan memberikan perlakuan khusus kepada ritel modern seperti di minimarket,” ujarnya.

Branch Manager Semarang PT Telkomsel, Arief Hidayatus S, mengatakan, pihaknya akan mematuhi kebijakan dari pemerintah. Tetapi pihaknya akan memerhatikan sektor bisnis ritel seluler. “Saat ini, baru 30 juta nomor selular seluruh operator yang diregistrasikan ulang menggunakan NIK dan KK. Sedangkan jumlah nomor selular di Indonesia saat ini mencapai 200 juta unit,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pilih Hunian Vertikal untuk Investasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hunian vertikal di Kota Semarang mulai menjamur. Namun demikian, sejauh ini hunian jenis tersebut dinilai masih banyak dibeli sebagai investasi. Ketua Panitia...

Melongok Kebun Hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang

SIANG kemarin, Veronica Sulistya Novita Candra Devi tampak serius mengamati aneka tanaman yang tumbuh subur di green house hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang. Sesekali...

Narkoba Merambah ke Desa

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat di Kabupaten Temanggung. Bahkan sasaran sudah merambah sampai ke desa-desa. Temanggung tidak lagi menjadi sub penyalur...

Buka Resto Angkringan

DEMAK-Angkringan merupakan salah satu warung makan atau sekedar tempat nongkrong yang identik dengan pinggir jalan dengan segala kesederhanaannya. Terlebih, jika di Demak, angkringan terkenal...

Jadi Atlet Menembak, Andalan Kodam IV

DI kalangan TNI, ada Serda Henna Roesdiana, salah satu wanita yang sejak tahun 2015 telah tergabung dalam Korps Wanita TNI AD (Kowad) Kodam IV...

Puluhan Siswa Pilih Tidak Diwisuda

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Lebih dari 50 siswa lulusan SMK Negeri 1 Salam memilih tidak ikut hadir dalam acara wisuda siswa tahun ini. Mereka tidak...