33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Ganjar Sang Gubernur Ketoprak

Luwes dan selalu Sisipkan Pesan Moral

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, punya banyak julukan. Di antaranya Gubernur Twitter, Senopati Tembakau, Gubernur Gowes, dan Bapak Jaran Kepang. Namun kini ia punya julukan baru, yakni Gubernur Ketoprak.

Gubernur Twitter muncul karena aktivitasnya melayani pengaduan masyarakat lewat media sosial. Senopati Tembakau adalah julukan yang disematkan para petani tembakau, karena kegigihan Ganjar membela penanam emas hijau itu. Gubernur Gowes jadi trademark karena kegilaannya bersepeda ratusan kilometer. Sementara Bapak Jaran Kepang dihadiahkan oleh para seniman kuda lumping Temanggung.

Nah, belum banyak masyarakat yang sadar bahwa Ganjar sangat aktif bermain ketoprak. Sejak menjabat gubernur, pria berambut putih ini telah puluhan kali manggung. Terakhir, ia bermain di Alun-Alun Kabupaten Pati pada Jumat, 24 November 2017 lalu. Dalam pergelaran ketoprak Projo Budoyo yang mengambil lakon “Sumilaking Pedhut ing Bumi Mataram” tersebut, Ganjar mengambil peran sebagai Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram.

Selain Bupati Pati Haryanto, sejumlah bintang tamu juga turut manggung. Di antaranya, Yati Pesek, Gareng Semarang, dan Ki Dalang Warseno Slank. Penampilan mereka di atas panggung menarik perhatian lebih dari seribu penonton.

Dua puluh hari sebelumnya atau 3 November Ganjar berperan sebagai Sang Hyang Wenang ketoprak dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan di Auditorium Imam Bardjo, Kampus Undip Pleburam.

Pada bulan Agustus, Ganjar setidaknya dua kali manggung. Pertama, pada peringatan hari jadi Klaten, ia main sebagai Dharmadyaksa dalam lakon “Amukti Palapa.” Kemudian pada pesta rakyat Hari Jadi Pemprov Jateng di Jepara, Ganjar memerankan Adipati Cirebon bernama Pangeran Dirgonegoro. Pada lakon Banjaran Haryo Penangsang di kawasan parkir Alun-Alun Jepara itu, Ganjar sukses memantik tawa penonton berkat selendangnya yang melorot.

Selendang Ganjar melorot dan hampir terlepas ketika ia mencoba menarik keris dari pinggulnya. “Pak, melotrok niku lho.. (Pak, itu selendangnya melorot),” teriak salah satu penonton diiringi tawa sejumlah penonton lainnya.

Entah disengaja atau tidak, dalam setiap pentas, tingkah Ganjar memang sering memicu tawa penonton. Ketika pertama kali bermain bersama Ganjar, Yati Pesek bahkan mengaku terkejut dengan keluwesan Gubernur Jateng itu bermain ketoprak. “Pak Ganjar bisa ngelawak, saya malah kalah lucu,” katanya usai bermain bersama di Taman Budaya Raden Saleh Semarang pada 2015 silam.

Yati mengungkapkan rasa bangganya melihat Ganjar begitu aktif dan peduli pada seni tradisi. “Saya bangga sekali. Kalau ada 10 pemimpin daerah atau gubernur seperti Pak Ganjar, seni budaya kita akan semakin sukses,” ujarnya.

Menurut Yati, di tengah-tengah kesibukan sebagai Gubernur Jateng, Ganjar masih menyempatkan waktu menghibur, bermain ketoprak bersama para seniman. “Kalau bukan priyayi yang peduli seni budaya, beliau tidak mungkin berada di sini malam ini,” imbuh Yati.

Ganjar mengatakan, bermain ketoprak sesungguhnya lebih sulit dari yang dilihat orang. Ia sendiri awalnya grogi karena harus menghafalkan sekian banyak dialog. Namun setelah sekian kali pentas, sekarang ia cukup menghafal alur cerita kemudian improvisasi di panggung.

Menurut Ganjar, selain karena suka, keaktifannya bermain ketoprak sebagai aksi nyata kepedulian pada kesenian tradisional. “Jadi, pemimpin jangan cuma ngomong nguri-uri kabudayan tok, tapi aksi, ini sepele tapi yo angel (susah). Harapannya mereka dan generasi muda bisa nguri-uri (melestarikan) budaya,” katanya.

Selain itu, kata dia, seni tradisi adalah sarana bagus untuk menyelipkan pesan moral dan kebajikan pada masyarakat. Ia menyontohkan saat bermain ketoprak di Gedung Kesenian Jakarta tahun lalu. Saat itu, ia berperan sebagai Raja Hayam Wuruk yang sedang berjuang menyatukan kembali Majapahit setelah diserbu pasukan dari Tiongkok.

Cerita berintikan pesan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus bersatu padu demi keberhasilan pembangunan. “Di ending cerita kita menyampaikan bahwa ternyata kita tetap bisa bersatu untuk menegakkan harga diri Majapahit. Maka masing-masing dari kita bisa ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah bangsa dan negara. Kalau ini bisa kita sinergikan, kita lepaskan baju kelompok dan partai politik demi persatuan,“ tegasnya. (amh/hms/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...