33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

58 Buruh Nyonya Meneer Minta Serahkan Sisa Lelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Desakan pengembalian sisa uang lelang yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua terkait pailitnya PT Nyonya Meneer datang dari 58 buruh perusahaaan jamu legendaris asal Semarang tersebut. Hal itu dilakukan setelah mereka memenangkan gugatan renvoi procedure di Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

Ketua Tim Kuasa Hukum 58 buruh Nyonya Meneer, Theodorus Yosep Parera, menyatakan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan, perusahaan yang dinyatakan pailit wajib membayar hak karyawan. Setiap aset perusahaan yang dipegang oleh pihak ketiga sebagai jaminan harus dipotong terlebih dahulu untuk hak-hak karyawan. Pihaknya juga mengancam, apabila kurator tidak membayarkan hak-hak buruh, maka akan menyiapkan gugatan ke debitur yang melelang aset.

“Kurator wajib menyampaikan ke semua pihak. Kalau hak-hak karyawan tidak dibayarkan maka kami dari Peradi Semarang akan menyiapkan gugatan ke debitur yang melelang, baik BPD Papua maupun lainnya,”kata Yosep saat ditemui disela-sela sidang di PN Semarang, Senin (4/12).

Ia menyebutkan, aset PT Nyonya Meneer di BPD Papua yang telah dilelang, seharusnya disampaikan ke seluruh kreditur. “Ternyata asetnya sudah dipegang debitur, ada kemungkinan kurator tidak mengetahui. Hasil ini nantinya akan kami diskusikan lagi sambil menyiapkan surat kuasa,” ujarnya.

Saat ini, buruh PT Nyonya Meneer, Djoko Prasetyo, beserta 72 buruh lainnnya telah melaporkan para petinggi perusahaan jamu legendaris asal Semarang yang sudah pailit itu ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Adapun pihak-pihak yang dilaporkan adalah Presiden Direktur Charles Ong Saerang dan bagian personalia Regina Tantrawati yang dilaporkan akibat dugaan tindak pidana penggelapan dana BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Kuasa hukum Djoko Prasetyo, dkk, Yetty Any Ethika, mengatakan, dugaan penggelapan  tersebut sudah dilaporkan sejak Mei 2017, dan saat ini masih dalam penyelidikan. Secara keseluruhan ia mengaku ada 82 buruh Nyonya Meneer yang diwakilinya melaporkan kasus dugaan penggelapan uang iuran BPJS senilai Rp 622 juta.”Laporan ini mewakili 82 buruh, tapi total buruh yang potongan iurannya tidak disetorkan mencapai sekitar 1.300 orang. Kami melihat ada pembayaran BPJS yang sudah dipotong dari slip gaji,”kata Yetty.(jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Masuk Masa Tenang, Ratusan APK Ditertibkan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Memasuki masa tenang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah Tahun 2018 yang dimulai tanggal 24 sampai 26 Juni, Satuan Polisi Pamong...

180 KK Dusun Cipluk Wetan Masih Terisolasi

KENDAL—Warga Dusun Cipluk Wetan, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean hingga saat ini masih terisolasi. Pasalnya, jembatan penghubung antara Dusun Cipluk Wetan dengan Cipluk Kulon putus,...

Gotong Royong Tak Sebatas Kerja Bakti

RADARSEMARANG.COM, PATI-Waktu belum menunjukkan pukul 06.00. Namun, Desa Margorejo, Kamis (26/4), sudah terlihat ramai. Para siswa dari sekolah dasar (SD) setempat mulai berjajar di sepanjang...

Bibit dan Muhtarom Ajak Dukung KPK dan APH

SEMARANG-Masalah korupsi tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini. Di sepanjang sejarah kehidupan manusia, termasuk dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara korupsi selalu ada dan...

Hendi Kaji Pemekaran Kecamatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemecahan titik keramaian Kota Semarang menjadi fokus Wali Kota Hendrar Prihadi sejak dilantik memipin Kota Semarang pada tanggal 17 Februari 2016. Dalam...

Lebih Dekat dengan Komunitas Futsal Cewek Oke (FCO) Semarang

Umumnya olahraga futsal diminati kaum Adam. Namun kaum Hawa pun banyak yang menyukai olahraga ini. Salah satunya yang tergabung dalam Komunitas Futsal Cewek Oke...