Maling Gasak Emas Batangan

  • Bagikan

KENDAL—Kawanan perampok spesialis pembobol rumah kembali beraksi di Kaliwungu. Kali ini menyasar rumah di Perumahan Pesona Taman Mandiri milik Ibnu Setiawan. Akibatnya korban mengalami kerugian sekitar Rp 269,2 juta.

Kepada petugas Polsek Kaliwungu, Ibnu mengaku, barang berharga miliknya yang hilang di antaranya emas batangan 24 karat dengan berat 50 gram senilai Rp 125 juta. Kemudian perhiasan seperti gelang, kalung, cincin senilai Rp 130 juta.

Selain itu juga ikut digasak Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Kendaraan Bermotor Honda BRV 2016 atas nama Siti Srinuryhayati dengan Nopol H 9369 JM, dua unit TV LED merek Sony 32 inchi dan 52 inchi senilai Rp 7,2 juta dan satu unit komputer senilai Rp 7 juta.

Pencurian ini diperkirakan terjadi pada Minggu (3/12) sore. Berawal dari sekitar pukul 11.05 WIB, Ibnu keluar rumah untuk menjemput istri yang kuliah S2 di Semarang. “Saya keluar rumah itu semua pintu sudah terkunci, termasuk gerbang juga sudah saya gembok,” katanya, Senin (4/12).

Ibnu dan istrinya kembali ke rumah sekitar pukul 18.45 WIB. Ia terkejut ketika mendapati pintu gerbang dan pintu rumahnya sudah dalam kedaan terbuka. “Kemudian saya cek masuk, semua kamar sudah dalam kondisi terbuka. Semua lemari dibobol dan seluruh isinya keluar,” tambahnya.

Setelah dicek, ternyata emas batangan, perihiasan, TV, laptop dan BPKP miliknya lenyap digasak maling. “Setelah itu minta pertolongan warga setempat dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Kaliwungu,” tandasnya.

Salah seorang tetangga korban, Suhadi menduga pencuri lebih dari dua orang. Mereka masuk perumahan menggunakan mobil warna silver. “Kejadian diduga sore hari menjelang waktu salat maghrib. Sebab sore itu, saya melintas rumah, masih tertutup semua,” katanya.

Ia mengaku tidak tahu persis nomor dan plat nopol yang digunakan kawanan pencuri. Ia hanya melihat sekilas sempat ada mobil warna silver berhenti di depan rumah korban. “Saya tidak menyangka jika itu ternyata maling,” tambahnya.

Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugroho yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil olah TKP, diduga kawanan pencuri masuk dengan merusak gembok pintu gerbang. Selain itu juga merusak pintu masuk rumah dengan cara mencongkel.

“Kasus ini sedang kami selidiki dan dalami. Kami sudah memeriksa beberapa saksi-saksi yang sempat melihat kejadian. Melihat dari TKP, pencuri diduga lebih dari satu orang dan terencana. Yakni para pencuri mengintai dan mengawasi rumah. Begitu rumah kosong, pelaku langsung masuk dan menggasak barang berharga milik korban,” kata Nanung. (bud/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *