33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Wakafkan Lahan untuk Kantor Koramil

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Pesantren dan TNI merupakan satu kesatuan. Bahkan dalam sejarah zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak panglima perang dulu berasal dari pesantren. Hal tersebut ingin diperkuat Yayasan Pondok Pesantren Tazakka dengan mewakafkan tanahnya kepada TNI AD untuk Kantor Koramil Bandar.

Akta wakaf diserahkan langsung Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi kepada Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto. Yang bertepatan dengan acara Silaturahmi Kebangsaan di Ponpes setempat, Bandar, Kabupaten Batang, Sabtu (2/12).

KH Anang Rikza Masyhadi mengatakan, ditengah suasana kebangsaan sekarang ini hubungan TNI-masyarakat khususnya pesantren harus kembali ke khittah. Dengan saling melengkapi dan saling membutuhkan.

“Pesantren-TNI seperti dua mata sisi uang yang tidak terpisahkan, hubungan ini sudah sejak zaman kemerdekaan, terbukti banyak pemimpin dari kalangan pesantren,” ucap ulama lulusan Mesir ini.

Untuk itu, pihaknya memberikan tanah wakaf tersebut untuk membangun kantor Koramil Bandar. Yang mana selama ini, masih menumpang di tanah milik desa.

Habib Lutfi Maulana Bin Yahya dalam tausiyahnya mengkhawatirkan saat ini pengetahuan sejarah semakin menipis. Jika segera tidak ditangani, maka sejarah akan kabur. “Jangan sampai bangsa ini kepaten obor (matinya api). Kalau hilang cahaya bangsa ini akan hilang arah,” pesannya.

Menurut Habib, sejarah merupakan fundamen sebuah bangsa. Rakyat kalau mengenal Indonesia secara mendalam akan bangga sekaligus muncul keprihatinan yang sangat mendalam. Sebab Indonesia yang kaya raya belum sepenuhnya dikelola dengan baik.

“Seharusnya kita menguasai berbagai sektor seperti pendidikan ekonomi kesehatan dan lainnya. Maka kita tidak tergantung dengan bangsa lain dan bangsa luarlah yang harus tergantung dengan Indonesia,” bebernya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Wuryanto mengungkapkan kekagumannya dalam acara kemarin. Mulai dari santri Ponpes Tazaka yang berasal dari 21 provinsi, bahkan hampir mewakili suku – suku bangsa yang ada di Indonesia. “Saya kagum dengan acara ini karena dihadiri semua komponen bangsa. Ini hal yang sangat luar biasa dan dapat menjadi contoh untuk daerah–daerah lain,” katanya.

Jenderal bintang dua tersebut juga menyampaikan, bahwa setiap komponen bangsa memiliki tugas dan tangung jawab sesuai fungsi masing–masing. Apabila TNI, Polri dan segenap komponen masyarakat dapat bersatu, hal itu merupakan satu kekuatan yang luar biasa sehingga tidak mudah dipecah belah dan diadu domba.

“Bangsa Indonesia memang memiliki keberagaman, walaupun beraneka ragam Indonesia mempunyai perekat bangsa yaitu Pancasila sehingga tidak mudah bagi bangsa lain untuk menguasai Indonesia,” ucapnya.

Wakil Bupati Batang Suyono juga mengatakan, TNI dan Polri tidak sendirian dalam menjaga keutuhan negara karena bersatu dengan rakyat. Dan bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata.

“Kita harus membela negara dengan benar walaupun dengan cara yang berbeda dengan membangun bangsa yang maju, walau memiliki keberagaman tetapi tetap menjadi satu bangsa Indonesia,” serunya. (han/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menulis Menggunakan Peta Ajaib

Oleh:  Indriastuti Dwi Setyani LIBUR semester telah berlalu, semester baru mulai berjalan. Para siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran. Sedangkan guru telah merencanakan pembelajaran...

MAJT Resmikan Miniatur Kabah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kini menyediakan miniatur kabah untuk kebutuhan manasik haji bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya. Miniatur kabah tersebut baru...

Mengajar Lintas Pulau

DARA yang tergabung dalam Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP), Nila Viviana Suryani ini selalu meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan mengajar di berbagai kepulauan di...

Asyik Mandi di Pantai, Nyaris Terseret Ombak

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN –Nauval, 9, warga Desa Klegen Wonosari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen nyaris terseret ombak saat mandi di Pantai Setrojenar Kebumen, Kamis (28/12) pagi....

DPRD Kota Magelang Tak Ada Reses

MAGELANG - DPRD Kota Magelang hingga saat ini tidak melakukan reses seperti di kota dan kabupaten lainnya. Pasalnya, wilayah Kota Magelang cukup kecil sehingga...

Kembalikan Mood dengan Menggambar

RADARSEMARANG.COM - BERAGAM hal positif yang dapat dilakukan untuk melepas penat maupun mencurahkan perasaan dengan cara-cara yang elegan. Salah satunya menggambar, seperti yang ditekuni...