33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Ruko Mangkrak, Dispora Telusuri Pemilik

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

SEMARANG – Tiga ruko di kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ), mangkrak. Tidak ingin merusak pemandangan dan mengurangi pemasukan retribusi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang mengirimkan surat peringatan kepada pemilik kios.

Namun sayang, Dispora tidak menemukan pemilik rukot ersebut. Sebab, nama pemilik di ruko tersebut telah dicari sesuai alamat, tetapi tidak ditemukan. Belum diketahui apakah nama tersebut asli atau nama fiktif untuk dikuasai oleh segelintir oknum. Saat ini, Dispora Kota Semarang selaku pihak yang mengelola kawasan tersebut telah menelusuri kepemilikan tiga kios tersebut.

“Tiga kios di ruko tersebut tercatat ada namanya. Tapi nama tersebut telah dicari sesuai alamat tidak ditemukan,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyatmoko, Minggu (3/12).

Dikatakannya, jumlah kios di ruko kompleks GOR Tri Lomba Juang Semarang tersebut ada 36 kios, masing-masing 12 kios di lantai 1, lantai 2 sebanyak 12 kios, dan lantai 3 sebanyak 12 kios. “Yang belum menempati ada tiga kios,” kata Gurun.

“Pemilik harus membayar kontrak dan retribusi. Karena ini dibiayai menggunakan APBD, tentunya ditargetkan dengan pendapatan retribusi. Kalau sudah menyewa, maka ya harus digunakan. Agar kondisi kios maupun ruko tersebut tidak mangkrak,” katanya.

Pihaknya mengaku telah mengirim surat sesuai dengan alamat pengguna kios tersebut. Tetapi tidak ada respon. Selain itu telah mencari nama tersebut, tetapi tidak ditemukan.

“Jangan sampai dia menyewa, tapi tidak digunakan. Apalagi ini sudah akhir tahun, tentunya sebentar lagi harus diperpanjang,” katanya.

Namun demikian, Gurun mengaku tidak sertamerta dengan mudah mengambilalih kios tersebut. Tetapi perlu tahap-tahap mulai peringatan 1, 2, hingga 3. “Kami juga tidak bisa semena-mena mengambilalih. Kami tunggu hingga akhir Desember, Januari harus sudah tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, semua fasilitas di tempat tersebut menggunakan APBD Kota Semarang untuk kepentingan publik. Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas sesuai dengan prosedur dan aturan yang diberlakukan.

“Termasuk harus bertanggungjawab sesuai aturan dan perjanjian awal. Jangan sampai dia menandatangani perjanjian, setelah itu malah dibiarkan mangkrak begitu saja,” katanya.

Keberadaa ruko tersebut menjadi fasilitas pendukung GOR Tri Lomba Juang. Saat ini GOR tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Kabur, Tak Peduli Teman Tewas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Siswa SMP N 39 Semarang tewas terlindas truk di Jalan Setiabudi, tepatnya di depan halte BRT Sukun, Banyumanik, Jumat (26/1) sekitar...

Belasan Ribu Warga NU Aksi Tolak FDS

KENDAL—Belasan ribu warga Nahdatul Ulama (NU) dan pelajar turun jalan menggelar aksi damai penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS). Hadir...

Kelas Rawan Ambruk, Siswa-Guru Waswas

PURWOREJO—Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, harus belajar di dalam ruangan yang membahayakan. Sebab, bangunan gedung kondisinya memprihatinkan. Dikhawatirkan gedung...

Mirip Tarian Rodhat, Ajarkan Kebaikan Akhlak

Melalui sebuah tarian, masyarakat Dusun Gertas Desa Brongkol Kecamatan Jambu ingin menginterpretasikan kedekatan mereka kepada sang pencipta. Tarian bernama Nadrak yang sudah berumur puluhan...

Bagi Nasi Bungkus

Polwan dan Polki Polres Wonosobo membagikan nasi bungkus kepada buruh gendong, tukang parkir dan pedagang kaki lima area pasar induk Wonosobo, Rabu (8/3). Sedikitnya...

Pelaku Video Mesum Disarankan Ikut Kejar Paket

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) akan menangani kelanjutan jenjang pendidikan pelaku video mesum siswi...