14.9 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Produksi Pangan Merosot

Akibat Cuaca Buruk

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

“Yang paling banyak terdampak banjir adalah padi. Paling banyak ada di Kabupaten Wonogiri disusul Kabupaten Sragen. Luasannya masing-masing mencapai ribuan hektare,”

Yuni Astuti, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng

SEMARANG – Siklon Tropis Cempaka yang menerjang Jateng akhir November lalu membuat produksi pangan di Jateng terancam menurun. Yang paling terpengaruh terutama komoditas pertanian dan ikan.

Dari data Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, sudah ada 13.182 hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah terancam gagal panen akibat diterjang banjir. Seperti di Kabupaten Wonogiri, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Cilacap, Grobogan, dan Demak.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Yuni Astuti menjelaskan, komoditas pangan yang terancam gagal panen antara lain padi, semai padi, jagung, bawang merah, kacang panjang, terong, kacang tanah, pepaya, cabai, dan ketela.

“Yang paling banyak terdampak banjir adalah padi. Paling banyak ada di Kabupaten Wonogiri disusul Kabupaten Sragen. Luasannya masing-masing mencapai ribuan hektare,” terangnya, Minggu (3/12).

Untuk padi totalnya ada 12.865,6 hektare, semai padi ada 197.02 hektare, jagung 51 hektare, bawang merah 1,5 hektare, kacang panjang 6 hektare, terong 2 hektare, kacang tanah 5 hektare, pepaya 15 hektare, cabai 2 hektare, dan ketela 38 hektare.

Selain pertanian, produksi ikan laut juga terancam menurun. Sebab, Siklon Tropis Cempaka membuat gelombang laut utara dan selatan Jateng meninggi. Nelayan pun diimbau untuk libur melaut sementara.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...