33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Lemah Abang Jadi Lokasi Wisata Baru

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kolbihi, Minggu (3/12) meresmikan Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro sebagai wisata baru edukasi dan rumah peradaban. Hal itu sesuai rekomendasi dan hasil penelitian Pusat Penelitian Arkelologi Nasional. Bahwa di Desa Lemah Abang ada beberapa situs candi yang harus dipugar dan diperbaiki, agar tampak wujud utuhnya.

Sebelumnya Badan Pusat Penelitian Arkelologi Nasional melakukan penelitian di Dukuh Bagol, Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Hasilnya di lokasi seluas 10 hektare ditemukan banyak situs bersejarah pubakala yang berusia 2 juta tahun lalu.

Menurut Asip, dengan ditetapkannya Desa Lemah Abang sebagai wisata edukasi dan rumah peradaban, maka pada awal tahun 2018 Pemda akan membangun jalan sepanjang 11 kilometer agar lokasi wisata tersebut mudah dijangkau.

“Kami akan membangun akses jalan yang bagus, yakni mulai dari Desa Lemah Abang hingga batas Desa Sidoarjo, atau sepanjang 11 kilometer, demikian juga dengan lampu penerangan jalan umum dan rambu jalan, semua kita pasang dan perbaiki, untuk menunjang wisata Watu Bahan ini,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan Desa Lemah Abang, adalah salah satu desa dengan kondisi terpencil dan miskin. Namun setelah adanya penelitian dari Pusat Penelitian Arkelologi Nasional, bahwa ditemukan beberapa situs purbakala dan candi, desa tersebut menjadi salah satu desa dengan daya tarik tumpukan batu berukuran yang tertata rapi.

Menurutnya dengan diresmikannya wisata Watu Bahan  atau dikenal nama ilmiah Columnar Joint, yakni batu tegak berbentuk segi enam terbentuk dari aktifitas vulkanis pada 20 juta tahun lalu, maka Pemda dan masyarakat sekitar harus berbenah untuk menyambut pengunjung baik dari dalam dan luar negeri.

“Saya harap dengan diresmikannya objek wisata ini, maka akan menjadi pemantik atau pembangkit ekonomi lainnya di Kecaamatan Doro, dengan mengembangkan semua potensi ekonomi yang ada, mulai dari durian dan lainnya,” kata Bupati Asip.

Dia juga menjelaskan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkelologi Nasional, ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa batu bahan terjadi karena kejadian alam yang disebut dengan Proses Sedimentasi. Yakni merupakan batuan alam yang terjadi karena luapan magma, yang keluar lewat kaki gunung Rogojembangan, melewati pori-pori bumi disertai zat kapur yang memisahkan magma satu, dengan magma yang lain dan terjadi pendinginan cepat sehingga terbentuk Watu Bahan. Hal itu terjadi kurang lebih 2 juta tahun yang lalu.

“Dari sejumlah rock site atau situs bebatuan di negara dunia, tercatat ada 369 rock park dalam berbagai formasi dan bentuk. Bilamana formasi Watu Bahan dibuat menjadi rock park atau taman batu, seperti yang ada di Watu Bahan Desa Lemah Abang ini, maka akan menambah satu angka menjadi rock park yang ke 370, yang ada di dunia.” jelasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...