33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Jalan-Jalan dan Belajar Sejarah di Pecinan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG—Banyak cerita yang bisa didapat dari kawasan Pecinan Semarang. Sekitar 50 orang mengikuti acara jelajah sejarah sejumlah tempat di Pecinan, Minggu (3/12).

Dalam acara Widya Mitra Heritage Walk 2017 ini, peserta diajak berkunjung ke Rumah Kopi, pasar Gang Baru, pembuatan rumah kertas, pembuatan bongpay, Tjiang Residence, gedung pertemuan Boen Hian Tong, rumah perkumpulan kaligrafi, gedung Tjap Kodok, Gedung Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) dan Kelenteng Hwie Wie Kiong.

Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong atau yang juga dikenal dengan Rasa Dharma merupakan salah satu bagian dari perkembangan Pecinan Semarang. Boen Hian Tong diyakini sebagai perkumpulan Tionghoa tertua di Semarang, berdiri pada 1876.

Yang menarik, di dalam gedung ini terdapat satu bentuk penghormatan pada Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau yang dikenal sebagai Gus Dur. “Di Boen Hian Tong terdapat Sinci Gus Dur,” tutur Ketua Boen Hian Tong Harjanto Halim. Sinci adalah papan kayu bertuliskan nama leluhur yang sudah meninggal dan diletakkan pada altar penghormatan. Nama-nama yang tercantum dalam sinci akan selalu didoakan oleh warga.

Pemilik Rumah Tjap Kodok Heru Fenas menjelaskan, rumah tersebut dulu merupakan tempat tinggal pemilik pabrik ubin yang terkenal di Pecinan Semarang. Nama Tjap Kodok berasal dari merek ubin yang diproduksi. Rumah 2 lantai di Gang Besen yang saat ini sedang direnovasi tersebut sering digunakan sebagai lokasi syuting film nasional.

Heru ingin rumah tersebut bisa memberikan manfaat bagi kawasan Pecinan Semarang. Misalnya digunakan sebagai museum Pecinan. “Saya sudah mengusulkan agar dijadikan cagar budaya ke Pemerintah Kota Semarang, tapi tidak pernah mendapatkan tanggapan,” jelas salah satu pendiri Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) ini.

Tempat yang memiliki sejarah tak kalah menariknya adalah gedung Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) di Gang Tengah. Ketua Yayasan Widya Mitra Semarang Widjajanti Darmowijono menjelaskan, THHK berdiri pertama kali pada 1900 di Batavia sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak Tionghoa. Sementara di Semarang, THHK mulai dibuka pada 1904. Pembukaan lembaga pendidikan Tionghoa ini akhirnya menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk membuka sekolah yang terpisah dengan lembaga pendidikan pemerintah Hindia Belanda. (ton/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lagi, SMA 1 Juarai Lomba Arung Jeram

WONOSOBO—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Arung Jeram SMA Negeri 1 Wonosobo. Baru-baru ini, Tim SMA 1 kembali menunjukkan kebolehannya pada kejuaraan Arung Jeram Junior...

Seleksi Masuk dari KK

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Kebingungan orang tua yang akan mendaftarkan anaknya masuk SMP bakal berkurang. Pasalnya, pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru yang meniadakan stigma sekolah...

Liburan, Wisatawan Melonjak Signifikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Libur lebaran, jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan jumlah...

Satu Bulan Tergenang Air Banjir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD menyorot banjir di kawasan Genuk yang tak kunjung surut. Bahkan, warga RT 1 RW 3 Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk,  Semarang,...

Asuransi Mikro Astra Life Tumbuh Signifikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Setelah bekerjasama selama hampir tiga tahun, PT ASTRA AVIVA LIFE (Astra Life) dan PT Federal International Finance (FIFGROUP) telah melahirkan dan...

21 Ribu Warga Kesulitan Air Bersih

KAJEN- Sebanyak 21 ribu warga dari 26 desa yang tersebar di 12 Kecamatan, Kabupaten Pekalongan, kesulitan air. Warga harus antre saat pembagian air bersih...