33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Dini Minta Perkuat Payung Hukum Guru

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG Maraknya kasus guru yang terjerat persoalan hukum gara-gara menegakkan disiplin kepada siswanya, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Padahal guru bukanlah profesi yang mudah. Di pundak mereka, generasi bangsa ini tercipta. Mereka juga dituntut menjalankan kurikulum yang kerap berubah setiap tahun.

Pakar Hukum Dini Shanti Purwono mengaku prihatin dengan adanya guru yang harus berurusan dengan hukum. Yang terbaru, seorang guru di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dipolisikan muridnya hanya karena mencubit. Kasus itu dialami guru Malayanti, yang telah lebih dari 10 tahun mengajar di SMA Negeri 3 Wajo. Mala pada 6 November 2017 lalu sedang mendampingi siswanya mengikuti kelas kewirausahaan. Saat penyampaian materi, seorang siswa bermain ponsel dan diingatkan Mala dengan mencubit lengan siswanya. Tapi tidak diduga, sore harinya Mala dilaporkan ke Polres Wajo.

“Bahkan, pernah saya baca di media massa, ada guru yang divonis 3 bulan penjara juga gara-gara mencubit siswanya. Ini kan sangat disayangkan,” katanya saat menjadi narasumber talkshow bertajuk “Perlindungan Hukum Profesi Guru” yang digelar di sela pelatihan menulis artikel di media massa yang digelar di Gedung LPMP Jateng Jalan Kyai Maja, Srondol, Semarang, Sabtu (2/12). Kegiatan tersebut diikuti 112 guru baik SD, SMP, maupun SMA/SMK.

Menurut Dini, sebenarnya sudah ada payung hukum yang melindungi guru, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa, orang tua siswa, serta penegak hukum mulai polisi, jaksa, hingga hakim. Sayangnya, peraturan tersebut belum bisa melindungi para guru dari jeratan hukum. “Saya rasa belum cukup, harus ada peran dari organisasi guru dalam hal ini PGRI untuk memberikan payung hukum pada anggotanya,” ujar advokat yang menjadi pengasuh rubrik “Klinik Hukum” di Jawa Pos Radar Semarang ini.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini menerangkan, pada pasal 39 ayat 1 PP tersebut dijelaskan bahwa guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didik yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya.

“Sementara pada ayat 2, sanksi tersebut dapat berupa teguran atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan,” jelas perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974 ini.

Pada pasal 40, lanjut Dini, menyebutkan guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Rasa aman juga perlu diwujudkan di mana ditegaskan pada pasal 41, namun saat ini belum berjalan maksimal terkedang guru masuk penjara karena masalah yang sepele,” tukasnya.

Diakui, peraturan tersebut masih terjadi kerancuan. Sebab, batasan untuk memberikan hukuman belum diatur secara jelas. Ia pun menerangkan, harus ada aturan atau batasan tegas terkait pemberian hukuman pada siswa yang melakukan kesalahan.

“Tuntutan yang besar dari kurikulum berpengaruh pada kinerja guru, namun kadang anak dan orang tua kurang kooperatif hingga memberikan hukuman tegas seperti mencubit. Namun lagi-lagi terbentur dengan pasal perlindungan anak,” tutur alumnus Harvard Law School Master of Laws (LLM) International Finance Law ini.

Untuk itu, dirinya juga mendorong untuk memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada para guru yang tersandung kasus hukum. Selain itu, teknis pelaksanaan pendidikan di Indonesia dan aturan yang ada mininal harus ada pembaharuan dengan menggandeng psikolog anak.

“Dengan ada aturan dan batasan, tentunya guru mempunyai pegangan dalam bertindak sesuai dengan jalur, sehingga profesi yang mulia itu tidak menjadi korban kriminaliasi dan intimidasi dari orangtua ataupun lingkungan sekitanya,” katanya. (den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggu Penetapan Lokasi dan Proses Lelang

RADARSEMARANG.COM - Megaproyek jalan tol Semarang-Demak yang juga berfungsi sebagai tanggul laut segera direalisasikan. Informasi terbaru, kini tinggal menunggu penetapan lokasi (penlok) akhir Maret...

SD N2 Kebonharjo Koleksi Piala Olahraga

KENDAL-Kiprah SD Negeri 2 Kebonharjo Kecamatan Patebon Kendal dalam berbagai ajang perlombaan, menorehkan banyak prestasi. Terbukti, koleksi pialanya kini sebanyak 382 baik dari perlombaan...

Kiai Kampung se Demak Deklarasikan “Becak”

DEMAK- Sebanyak 250 kiai kampung dan masyarakat dari 249 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Demak, kemarin, secara bersama sama mendeklarasikan dukungan kepada Muhaimin...

Komplotan Pencuri Mobil Ditembak

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Tiga warga Temanggung, komplotan pencuri mobil, kemarin, ditangkap Reskrim Polres Sleman. Ketiganya diciduk di sebuah rumah kos di Pemalang, Jawa Tengah. Kasat...

Penjualan Springbed Fluktuatif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penjualan springbed sepanjang tahun lalu cukup fluktuatif. Namun demikian, secara keseluruhan, penjualan lebih baik dari tahun sebelumnya. Pemilik Rumah Kita Springbed & Furniture, Jimmy Jati Utomo mengatakan,...

Pedagang Ikan Basah Diizinkan di Pasar Lama

SEMARANG - Nasib para pedagang grosir ikan basah Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong masih menunggu keputusan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dari 66 pedagang...