Angkat Wisata Religi, Jadikan Desa Sentra Bebek

  • Bagikan
MERIAH : Warga Desa Sukomarto Kecamatan Jumo, Temanggung menggelar kirab 1000 ingkung bebek, kemarin (3/12). (Ahzan fauzi/radar kedu)
MERIAH : Warga Desa Sukomarto Kecamatan Jumo, Temanggung menggelar kirab 1000 ingkung bebek, kemarin (3/12). (Ahzan fauzi/radar kedu)

Banyak cara untuk mengangkat potensi desa. Seperti yang dilakukan warga Desa Sukomarto Kecamatan Jumo, Temanggung ini. Warga menggelar kirab 1.000 ingkung bebek.

Ribuan warga Desa Sukomarto Kecamatan Jumo Temanggung, Minggu (3/12) sekitar pukul 09.00 pagi sudah berkumpul halaman balai desa setempat. Mereka menggelar kirab 1000 ingkung bebek dengan arak-arakan keliling desa. Di barisan depan pasukan prajurit, lalu kepala desa (kades) beserta istri dengan naik andong, di belakangnya ada gunungan hasil bumi. Diikuti ribuan warga membawa tumpeng dan ingkung bebek serta beberapa kelompok kesenian desa setempat.

Mereka berjalan dari halaman balai desa menuju makam leluhur desa Simbah Habib Abdurrahman yang jaraknya sekitar 600 meter. Sesampai makam leluhur, mereka berdoa bersama dipimpin ulama desa setempat. Usai berdoa, dua gunungan hasil bumi yang baru saja diarak menjadi rebutan pengunjung. Kemudian tumpeng dan ingkung yang dibawa warga disedekahkan dan dimakan bersama pengunjung yang hadir.

Kades Sukomarto Miftahuddin menuturkan, kegiatan grebeg budaya religi “kirab 1000 ingkung bebek” ini dalam rangka haul atau memperingati wafatnya Simbah Habib Abdurrahman leluhur Desa Sukomarto, sekaligus memperingati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/2017 M.

“Acara sedekah masal kita lakukan setiap tahun. Dimaksudkan, untuk menjaga tradisi leluhur yang turun temurun. Sekaligus untuk mempertahankan ideologi dari ancaman radikalisme serta demi untuhnya negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bhineka tunggal ika,” ucapnya.

Dengan acara ini, kata Miftahuddin, juga untuk tolak bala. Warga minta diberikan keselamatan dunia dan akhirat, diberi rezeki yang berkah dan melimpah. “Dengan acara ini, ikon wisata religi di desa kami bisa terangkat. Ke depan, banyak pengunjung yang berziarah ke makam Simbah Habib Abdurrahman,” harapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *