33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Buka Wawasan Terhadap Seni

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pelibatan warga dalam berbagai proyek seni belakangan kian marak. Selain memfasilitasi seniman untuk berekspresi, kolaborasi tersebut juga memantik warga lebih aktif menghidupkan seni maupun kegiatan-kegiatan positif lainnya di lingkungan mereka.

Kandang Bumi Burung, salah satunya. Proyek seni instalasi ‘serial kandang’ yang terinspirasi dari hubungan antara manusia dan hewan dalam budaya Indonesia ini diinisiasi oleh seniman Jepang, Jun Kitazawa dengan melibatkan warga Bustaman.

Pada seri ini, Kitazawa membangun kembali kandang yang dianggap telah membuat batasan antara manusia dan sesuatu yang dimiliki oleh mereka. Proyek seni dimulai dengan membangun kandang-kandang burung berbentuk bulat. Kemudian menjahit kain untuk menyelimuti kandang. Setelah itu, di atas lembaran kain yang telah dijahit akan digambar bentuk bumi. “Semua orang di Kampung Bustaman bisa menggambarkan bentuk bumi mereka sendiri di kain penutup tersebut,” ujarnya.

Kandang burung berbentuk bumi ini akan digantung bersamaan dengan kandang-kandang burung lainnya di Kampung Bustaman. Ia berharap, setelah memproduksi kandang burung, para warga di Kampung Bustaman akan mampu menciptakan industri kecil.

“Seniman juga harus bisa menggali banyak hal, tidak hanya membuat suatu temuan dan bertindak kritis terhadap masyarakat, namun juga menciptakan ‘masyarakat yang terbuka dengan segala kemungkinan’ dengan sesamanya yang menghadapi hal-hal yang kontradiksi kenyataan,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah tantangan juga dihadapi dalam menjalankan sites specific art project yang melibatkan warga. Diantaranya proses pendekatan dalam menyampaikan tujuan pengerjaan seni tersebut, hingga penyesuaian dengan waktu kerja warga.

“Proses pengerjaan memakan waktu tiga minggu penuh, namun saya sudah observasi sejak setahun lalu. Selain itu, karena melibatkan warga, pengerjaan juga harus menyesuaikan jam kerja mereka dan tidak bosan-bosan menjelaskan manfaat dari proyek seni ini,” ujarnya.

Salah seorang warga Bustaman, Arya Asada mengaku senang dengan adanya program seniman masuk kampung, terlebih saat mereka dilibatkan dalam tahapan-tahapannya. Hal tersebut menurutnya cukup membuka wawasan mengenai dunia seni yang kini tengah berkembang.

“Wawasan kami mengenai seni jadi bertambah. Kami pun menjadi lebih antusias untuk menghidupkan kegiatan-kegiatan seni di kampung ini. Selain itu, juga memberi hiburan tersendiri, seperti saat menikmati menjahit atau menggambar kandang,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pastikan Infrastruktur Nyaman Untuk Pemudik

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan jalur mudik di wilayahnya bisa dilalui pemudik dengan nyaman. Baik jalur utama maupun alternatif. Kepastian itu disampaikan...

Banyak yang Masuk Angin, Pondok Siapkan Dokter

Setiap Ramadan tiba, Pondok Sepuh Masjid Payaman selalu dikunjungi orang-orang tua dari berbagai daerah. Mereka ingin beribadah dengan khusyuk hingga rela meninggalkan keluarga di...

Kabar Soal Jual Beli Kapal Sitaan Secara Ilegal di Belawan Hoaks

JawaPos.com - Kabar soal jual beli kapal secara ilegal yang terjadi di Pelabuhan Belawan Kota Medan beredar luas di masyarakat dan media sosial. Kapal...

No Flare No Problem

KEHADIRAN suporter sebagai pemain ke-12 tim PSIS Semarang memang sangat dibutuhkan di stadion. PSIS punya dua kelompok suporter setia yang selalu memberikan dukungan saat...

Nasmoco Resmi Masuki Lantai Bursa

SEMARANG – PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk atau PT Bintraco Dharma Tbk (Bintraco) resmi melepas saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa...

Turis Jerman Kepincut Tari Jawa

SEMARANG – Sekitar 40 turis dari Jerman seolah terhipnotis ketika menyaksikan suguhan sendratari Rama Shinta yang disuguhkan Sanggar Greget di Hotel Santika Semarang, kemarin....