SETUJU : Pansus II menyetujui Raperda tentang Pengembangan Produk Pertanian di rapat paripurna, kemarin. (HUMAS DPRD KABUAPATEN MAGELANG)
SETUJU : Pansus II menyetujui Raperda tentang Pengembangan Produk Pertanian di rapat paripurna, kemarin. (HUMAS DPRD KABUAPATEN MAGELANG)

DPRD Kabupaten Magelang menyetujui Raperda Pengembangan Produk Pertanian Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan. Melalui Perda ini diharapkan petani semakin meningkat dari sisi kesejahteraan.

JURU bicara Pansus II,Sholeh Nurcholis mengatakan, munculnya raperda tersebut untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani sehingga kesejahteraan, kualitas dan kehidupan mereka lebih baik. Karena di sisi lain, pembangunan pertanian konvensional yang berorientasi pada percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi di Kabupaten Magelang telah mengakibatkan dampak negatif pada ketersediaan sumberdaya alam dan kualitas lingkungan.

“Gejala-gejala tersebut dapat dilihat dari penurunan produksi dari tahun ke tahun. Kurun waktu 2009 – 2011, Kabupaten Magelang memiliki surplus beras sebesar 23.232 ton, namun pada tahun 2013 terjadi penurunan menjadi 3.272 ton,” katanya.

Penurunan produksi tersebut, kata dia, diikuti dengan penurunan kualitas sebagai akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia yang kurang bijaksana. Kecenderungn global yang telah mulai bergeser kepada produk yang ramah lingkungan, dan aman dikonsumsi merupakan fakta yang harus disikapi secara arif dan bijaksana.

Oleh karena itu, katanya, Pertanian Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan diyakini sebagai solusi ke depan bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Magelang yang berbasis kesejahteraan komunitas petani dan konsumen. Serta tetap menjaga kelestarian lingkungan dimana komunitas itu hidup dan bergantung.

Pansus II memberikan perhatian pada beberapa hal yang ada dalam pembahasan raperda ini. Raperda terdiri dari 5 Bab dan 43 Pasal. Intinya berisi upaya memberikan pedoman dalam penyediaan produk pertanian yang berdaya saing namun tetap berwawasan lingkungan.

Raperda ini memuat kebijakan dan strategi dalam pengembangan produk pertanian berdaya saing dan berwawasan lingkungan yang terdiri atas 8 (delapan) pilar. Meliputi pengembangan kawasan agribisnis pertanian, penerapan norma budidaya tanaman yang baik (good agriculture practices), pengelolaan pasca panen yang baik (good handling practices), pengembangan sistem pertanian organik, penataan manajemen rantai pasok (supply chain management), pengembangan kelembagaan usaha, fasilitasi terpadu investasi produk pertanian (FATIP) dan peningkatan konsumsi dan percepatan ekspor.