33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

42 Orang Terindikasi HIV/AIDS

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Sebanyak 42 orang warga Kabupaten Semarang terindikasi mengidap HIV/AIDS. Hal itu berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang per Oktober 2017 ini.

Kepala Bagian Program KPA Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan mengatakan kasus tersebut merupakan temuan sejak awal Januari 2017. “Dari 42 orang tersebut yakni AIDS sebanyak 6 orang atau 14 persen dan pengidap HIV sebanyak 36 orang atau 86 persen,” kata Taufik, Jumat (1/12).

Pemutakhiran data terus dilakukan pihaknya guna mendeteksi jumlah pengidap penyakit mematikan tersebut di Kabupaten Semarang. Lebih rinci, Taufik menjelaskan apabila dihitung berdasarkan usia termuda 0 sampai 4 tahun sebanyak 1 orang.

Kemudian disusul rentang usia remaja yaitu 15 sampai 19 tahun sebanyak 1 orang. Jika dilihat dari wilayah asal, berdasarkan data KPA Kabupaten Semarang dari 42 kasus HIV/AIDS tersebut ditemukan di Kecamatan Bergas ada delapan orang.

Juga di Kecamatan Ambarawa sebanyak 5 orang, di Kecamatan Ungaran Timur sebanyak 4 orang, di Kecamatan Sumowono sebanyak 4 orang dan di Kecamatan Bandungan sebanyak 2 orang.“Kemudian, Kecamatan Pringapus ada 2 orang, Kecamatan Bawen ada 1 orang, Kecamatan Ungaran Barat ada 1 orang, Kecamatan Susukan ada 1 orang, Kecamatan Tuntang ada 1 orang dan dari luar wilayah Kabupaten Semarang sebanyak 13 orang,” ujarnya.

Apabila dilihat dari jenjang usia untuk 0-4 tahun ada sebanyak 1 orang, usia 15-19 tahun sebanyak 1, usia 20-24 tahun sebanyak 3 orang, usia 25-29 sebanyak 7 orang. “Usia 30-34 tahun ada 8 orang, usia 35-39 tahun ada 11, usia 40-44 tahun ada 4, usia 45-49 tahun ada 4, usia 50-54 tahun ada 2 dan usia 55-59 tahun ada 1,” tuturnya.

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Semarang, lanjutnya, mayoritas masih didominasi angka usia produktif. Sekretaris KPA Kabupaten Semarang, Puguh Widjojo menambahkan data tersebut relevan dengan data yang diserahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang ke pihaknya.“Untuk penderita dari wilayah Kabupaten Semarang ada 29 orang atau 69 persen dan luar wilayah 13 orang atau 31 persen,” kata Puguh.

Jumlah tersebut menurun drastis apabila di bandingkan dengan jumlah penderita HIV/AIDS pada 2016. Pada 2016 ada 492 orang yang terindikasi HIV/AIDS. Kemudian, dari 492 orang yang menderita tersebut 129 orang diantaranya meninggal dunia. “Penemuan kasus merata di setiap Kecamatan, sedangkan untuk Kecamatan Kaliwungu dan Pabelan perlu diamati lebih seksama karena sampai kini belum ada pelaporan kasus HIV,” ujarnya.

Kemudian berdasarkan data yang ada, lanjutnya, temuan kasus HIV di Kabupaten Semarang masih didominasi oleh kelompok warga berjenis kelamin perempuan. Kemudian, jika dapat diperhatikan dominasi perempuan tidak terlalu signifikan hanya berselisih 4 persen dari kelompok laki-laki.

Selain itu, sebagian besar kasus HIV ditemukan pada rentang usia yang masih sangat produktif yaitu pada rentang usia 20-50 tahun. “Berdasarkan profesi pengidap HIV masih didominasi oleh kelompok Pekerja Seks/WPS (Wanita Pekerja Seks) dibandingkan dengan kelompok lain. Temuan kasus menonjol terlihat juga pada kelompok swasta, buruh dan wiraswasta,” ujarnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bian Lian Ramaikan Imlek di Horison Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek Hotel Horison Pekalongan mengemas gala dinner yang lebih menarik. Tak hanya sekedar makan malam dan acara...

Pemanasan Taekwondoin Jateng Sebelum POPNAS

SEMARANG – Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng bersama Universitas Semarang (USM) akan menggelar kejuaraan taekwondo yang cukup bergengsi tahun ini. Bahkan boleh dikatakan kejuaraan...

Pura-Pura Beli, Gelapkan Motor

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Jajaran Polsek Leksono menangkap pelaku penggelapan sepeda motor berinisial S, warga Dusun Tawangsari RT 4 RW 1 Desa Krasak, Kecamatan Selomerto....

Toko Tembakau Mukti Berdiri sejak 1895

Toko tembakau di Kota Semarang ini telah beroperasi sejak 1895 silam. Hingga sekarang, toko legendaris ini tetap eksis dan konsisten menyediakan berbagai jenis tembakau...

Nama PLN Dicatut

MAGELANG – Beberapa hari terakhir ini, beredar surat pemberitahuan yang mengatasnamakan PLN yang berisi jadwal pemadaman listrik. Dalam surat edaran tersebut juga disertai penawaran...

Novel “Amrike Kembang Kopi,” Inspirasi Nilai Didaktif

KEGIATAN membaca dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang ‘vital’ bagi kehidupan manusia. Ada untaian kata bijak yang selalu kita ingat, bahwa ‘membaca adalah jendela dunia.’...