32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Banjir Rendam Ribuan Rumah

(A)MEMPRIHATINKAN: Ratusan Rumah warga di RW 08, Dukuh Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, tergenang banjir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(A) MEMPRIHATINKAN: Ratusan Rumah warga di RW 08, Dukuh Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, tergenang banjir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Banjir rob kemarin malam hingga sore melanda pesisir pantai Demak, antara Sayung hingga Wedung. Rumah warga dan akses jalan terendam air laut. Ketinggian air mencapai antara 1 hingga 1,5 meter. Jalan pantura Sayung hingga Kaligawe Kota Semarang macet.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak, wilayah Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung menjadi lokasi terparah yang terdampak rob tersebut. Setidaknya, 3500 rumah terendam air asin serta tercatat ada 5 rumah warga yang sudah reot roboh.

Kepala pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, pihaknya menerjunkan satuan tugas BPBD ke Desa Sriwulan untuk menolong dan mengevakuasi warga. “BPBD bersama petugas terkait lainnya langsung terjun mengevakuasi warga yang rumahnya terendam rob,” katanya.

Koordinator lapangan (Korlap) BPBD, Suprapto, mengatakan, akibat banjir rob ini, petugas BPBD dibantu masyarakat, aparat kepolisian dan TNI serta relawan, melakukan evakuasi warga yang rumahnya kebanjiran. “Kita lakukan evakuasi warga di RT 6 dan RT 7 RW 5 Desa Sriwulan,” ujar Suprapto.

Selain menggunakan sarana perahu karet, petugas juga menggendong warga yang kondisinya lemah tidak bisa berjalan sendiri karena sakit dan usia lanjut. Mereka dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi didesa tersebut. Kabagops Kompol Sutomo menambahkan, air rob di Sayung dan sekitarnya mengganas. “Ratusan rumah warga tergenang,” katanya.

Teguh, warga Desa Purwosari, Kecamatan Sayung mengatakan, air rob di Sayung juga merendam puskesmas, kantor Polsek, Koramil dan gedung eks kantor Kecamatan Sayung. Bahkan, rumah warga serta jalan yang sebelumnya dihias dengan aneka warna cat di Desa Purwosari ikut terendam rob. “Warga resah dan gelisah setiap ada rob datang banjir seperti ini,” katanya.

Sementara hujan yang mengguyur Kendal Kamis (30/11) sore hingga Jumat (1/12) pagi juga mengakibatkan sejumlah daerah terendam banjir dan bencana angin puting beliung. Salah satunya di Kampung Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu. Sebanyak sembilan RT di dua RW mengalami banjir setinggi sekitar 60 sentimeter.

Akibatnya ratusan rumah, serta fasilitas umum seperti musala, jalan dan sebagainya terendam banjir. Sembilan RT tersebut yakni RT 01-04 di RW 7 Desa Mororejo dan RT 01-05 di RW 8 desa yang sama.

Selain banjir, juga terjadi bencana ombak besar disertai angin kencang di obyek wisata Pantai Ngebum. Ombak dan angin tersebut mengakibatkan beberapa fasilitas wisata, seperti lapak pedagang, pohon cemara dan kursi pantai mengalami kerusakan. Ombak yang diperkirakan mencapai setinggi sembilan meter

Menurut, Syafaatun, pemilik warung, mengatakan jika air laut mulai pasang sejak Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Selain air laut pasang ombak juga tinggi. “Ini merupakan kejadian yang paling besar selama ia tinggal. Sebab biasanya tidak sampai masuk rumah, tapi ini sampai rumah-rumah warga,” ujarnya.

Warga lain, Rizal pasang laut dan ombak tinggi  kali ini diakuinya sangat perah. Bahkan masuk ke yakni RW 8 perkampungan sekitar 200 meter dari pantai. Besarnya ombak bisa dilihat adanya pohon-pohon yang roboh dan lapak-lapak di tepi pantai roboh. “Ada tiga warung yang roboh, terus posko juga hampir roboh,” katanya.

Selain bencana banjir, juga terjadi bencana Angin Puting Beliung di Desa Rejosari, Kecamatan Brangong. Angin puting beliung  mengakibatkan tujuh rumah waga mengalami kerusakan ringan.“Kami sudah melakukan pendataan dan mengirimkan bantuan serta memperbaiki kerusakan rumah yang ada. Bantuan logistik dari Bupati Kendal juga sudah kami serah terimakan kepada para korban bencana angin puting beliung,” kata Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo. (hib/bud/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here