32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Saparan Sebagai Ajang Silaturahmi

Desa Truko, Kecamatan Bringin

BRINGIN – Desa Truko Kecamatan Bringin memiliki tradisi Saparan yang dilaksanakan setiap 10 Sapar setiap tahunnya. Dalam tradisi ini dilakukan arak-arakan berbagai kesenian yang ada di desa Truko, seperti drumblek dan sejumlah kesenian lainnya. Selain itu, turut serta dalam arak-arakan iring-iringan kelompok pengajian, sekolah, masyarakat, serta tokoh masyarakat.

”Tujuannya adalah untuk mengingat jasa para pendahulu kita. Karena kita bisa maju saat ini juga berkat jasa dari pendahulu kita. Itu ada sejarahnya juga,” jelas Tikman, Kades Truko yang sudah menjabat selama dua periode ini.

Kades: Tikman. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades: Tikman. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Kaitannya dengan kebudayaan, selain Saparan Desa ini juga memiliki tradisi merti desa yang dilaksanakan setiap dua kali panen,” imbuhnya.

Menurutnya, selain untuk mengingat para pendahulu, tradisi ini juga sekaligus berfungsi untuk mempererat persatuan warga. Sebab, dalam tradisi ini semua warga Desa Truko akan berkumpul mejadi satu dalam satu kegiatan. Sehingga dapat dikatakan pula, saparan ini menjadi ajang bagi masyarakat Desa Truko untuk bersilaturahmi.

”Tradisi ini membuat masyarakat semakin guyub. Tujuannya memang supaya tetap guyub, dan bersatu padu. Sehingga masyarakat bisa menjadi kompak ketika ada pekerjaan yang memang harus dikerjakan secara bersama-sama,” kata Kades yang berprinsip untuk menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab ini.

Dalam Tradisi Saparan ini, kata Tikman, terdapat dua kegiatan. Di pagi hari, biasanya diisi dengan kegiatan reog-an, sementara pada malam harinya diadakan acara pengajian untuk meningkatkan sisi keagamaan masyarakat.

”Jadi meskipun kita senang-senang di siang hari, kita juga tetap diisi dengan kegiatan keagamaan di malam harinya. Kita tetap mbangun Agomo,” jelas kades yang berharap agar masyarakat Desa Truko bisa lebih maju tanpa melupakan sejarah ini.

Untuk mengajak warga masyarakat supaya lebih maju, dirinya selalu menggandeng seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan komunikasi. Terlebih kepada para pemuda atau karang taruna yang dinilai lebih banyak memiliki ide segar untuk membangun Desa.

”Di sini karang tarunanya sebelumnya mati suri. Ini coba kami hidupkan lagi supaya bisa berkreasi memberikan ciri khas pada desa Truko ini,” kata kades yang telah memanfaatkan dana Desa untuk memperlancar akses kegiatan pendidikan dan perkonomian di Desa Truko ini. (cr4/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here