33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Rekam Perjalanan dan Promosikan Wisata Pengunungan

Melongok Aktivitas Komunitas Apala Jateng

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bukan hanya menikmati perjalanan. Anggota Komunitas Abal-Abal Pecinta Alam (Apala)ini juga mempromosikan wisata pengunungan, melalui rekam video dan foto-foto perjalanan pendakian. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

KOMUNITAS Apala adalah komunitas pecinta alam yang anggotanya beragam. Mulai pelajar, mahasiswa, karyawan swasta, hingga buruh. Asal memiliki kepedulian yang sama terhadap alam dan berniat promosi wisata pengunungan, bisa menjadi anggota. Bahkan, anggota komunitas tidak hanya dari Semarang, melainkan dari berbagai daerah seperti Demak, Klaten, dan Blora.

Komunitas yang berdiri sejak 5 April 2015 lalu ini, namanya terbilang unik. Walau ada kata abal-abal, bukan berarti palsu, semu atau tak memiliki kepedulian alam. Justru kata-kata tersebut sangat filosofi, yakni semua anggota dalam mencintai alam semesta ini bukan hanya slogan atau abal-abalan semata. Makanya, komunitas bukan sekadar menghimpun mereka yang suka naik gunung, melainkan mengajak mereka promosi wisata melalui rekam perjalanan dan foto selfie.

Bagi anggota Apala, mendaki gunung bukan sesuatu yang melelahkan. Tetapi hobi dan tantangan yang harus dilewati. Makanya, mereka kerap berbarengan mendaki gunung, sekaligus menikmati keindahan alam pegunungan. Kini, Apala tercatat telah menjelajahi alam di beberapa pegunungan di Jateng, Jatim, maupun Jabar, di antaranya Gunung Slamet, Merapi, Semeru dan Tangkuban Perahu.

“Anggota kami sekarang ada 20 orang. Kami akui, mendaki gunung semula memang terlihat melelahkan. Tapi setelah sampai di puncak pegunungan, rasa lelah itu seolah terbayar lunas dengan bisa menikmati pemandangan dari puncak pegunungan,” kata pendiri sekaligus Koordinator Apala Jateng, Indra Agus Setiawan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (27/11) kemarin.

Bagi Indra, pengunungan Indonesia menawarkan pesona bentang alam hijau  dengan keindahan yang luar biasa. Tidak mengherankan, bila Indonesia dikatakan sebagai zamrud katulistiwa. “Kami melihat segudang potensi wisata pengunungan yang sudah dimilki negara ini. Tapi saying, belum dikelola dengan maksimal,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Tahun Baru Islam 1439 H, Momentum Introspeksi Diri

SELAMAT datang tahun baru Islam 1439 H. Tidak terasa satu tahun perjalanan kita di tahun 1438 H berakhir kemarin. Hari ini kita mengawali tahun...

Soengging Cup III Digelar

SEMARANG – Universitas Stikubank Semarang, bekerjasama dengan Pengurus daerah Jawa Tengah Karate Shinkyokushin menggelar turnamen Karate tingkat Nasional. Kejuaraan tersbeut, di Gedung Olah Raga Sasana...

UMKM Center Kurang Promosi

Pengunjung memilih busana batik di UMKM Center Jawa Tengah, Jalan Setiabudi No 192 Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (7/12). Pengelola stan di UMKM Center Jawa...

Pejabat Diminta Waspadai WTS

TEMANGGUNG-Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta para kepala sekolah di Temanggung, diminta waspada dan hati-hati terhadap orang yang mengaku-ngaku wartawan, namun...

Judika Bawakan Lagu Penggemar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Semarak perayaan ulang tahun Entertainment Plaza (E-Plaza) ke 12 semakin terasa dengan kehadiran Judika, Sabtu (10/3) dini hari. Suami Duma Riris...

Traveling Hilangkan Penat

RADARSEMARANG.COM - DINDA Maulida memilih traveling sebagai pengusir penat di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Banyak hal positif yang didapat selama menelusuri tempat-tempat baru. “Pastinya...