33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Longsor, Waspadai Perbukitan Menoreh

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

MAGELANG–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat 21 titik bencana tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Magelang. Bencana akibat dampak badai siklon Cempaka yang melanda wilayah selatan DIY.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Kamis (30/11) kemarin, menjelaskan, wilayah terdampak longsor berada di Kecamatan Borobudur, dan Kecamatan Salaman. Angin kencang terjadi di Kecamatan Muntilan, Kecamatan Secang, dan Mungkid. Tidak ada korban jiwa. Hanya dua orang mengalami luka akibat terkena reruntuhan bangunan rumah. BPBD mengklaim telah memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana.

Zaenal Arifin. (DOK RADAR KEDU)
Zaenal Arifin. (DOK RADAR KEDU)

Intensitas hujan yang tinggi, bisa menyebabkan risiko longsor, terlebih di perbukitan Menoreh.

Zaenal Arifin Bupati Magelang

Edi mengatakan, bencana yang terjadi sebagian besar tanah longsor. Lokasinya, di kawasan perbukitan Menoreh. “Kita tahu lapisan tanah di sana sangat rawan terjadi longsor, terlebih ketika hujan terus menerus turun.” Masih menurut Edi, potensi bencana akan terus meningkat, seiring intensitas hujan yang terus meninggi akibat dampak siklon tropis Cempaka. Untuk itu, warga diimbau selalu waspada.

Terpisah, Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab, TNI, dan seluruh relawan untuk menanggulangi bencana. Hari menyampaikan hal itu pada Kamis (30/11) kemarin, usai memimpin Apel Besar Siaga Bencana Alam, di lapangan Drh Soepardi di Sawitan, Kabupaten Magelang.

Sebanyak kurang lebih 1.200 petugas gabungan berikut personel kepolisian disiagakan setiap saat. “Seluruh personel, peralatan, dan cara bertindak juga dipersiapkan, meski sejauh ini belum ada kejadian, namun kami tetap mengantisipasi.”

Pihaknya juga akan membentuk pos-pos kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Pos berfungsi sebagai tempat koordinasi menangani bencana. Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP mengatakan, Pemkab melibatkan seluruh pihak untuk bersiaga menghadapi bencana.

Kata Zaenal, letak Kabupaten Magelang yang berada pada cekungan dikelilingi perbukitan Menoreh, memiliki risiko bencana. “Intensitas hujan yang tinggi, bisa menyebabkan risiko longsor, terlebih di perbukitan Menoreh.” Kabupaten Magelang sendiri belum akan menetapkan status siaga darurat bencana. Sebab, kejadian bencana masih skala kecil dan bisa ditanggulangi. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Tampilan Lebih Elegan

RADARSEMARANG.COM - Sepatu bermaterial brokat belakangan makin diminati, khususnya untuk pemakaian dalam acara resmi dan pesta. Pola kain yang kaya akan detail dekorasi menjadikan...

Mirna Akan Buat Perbup Sungai

KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pantauan ke Sungai Kaliaji di Desa Krajan, Kecamatan Kaliwungu. Sungai tersebut memang...

Kini, RSUD Bendan Berikan Layanan Jantung

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota Pekalongan resmi menjadi satu-satunya rumah sakit daerah di Pantura Jawa Tengah yang memiliki layanan kesehatan jantung....

Jukir dan Pak Ogah Juga Sasaran Operasi

MAGELANG—Sebanyak 2.484 pelanggar ditilang pihak Polres Magelang Kota selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2017 yang digelar sejak 9-22 Mei. Angka ini melonjak drastis, dibandingkan...

PAUD Penting untuk Anak

MAGELANG –Pemkot Magelang menyelenggarakan Semarak Anak 2017 di Kecamatan Magelang Tengah, Rabu (17/5). Sekitar 198 anak antusias mengikuti beragam kegiatan yang ada. Meliputi, lomba...

Bantuan PKH Mandek di Jalan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga Kelurahan Tinjomoyo RT 5 RW 7 Banyumanik, Semarang mengeluhkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial yang tidak...