33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Bupati Minta Viralkan Potensi Lokal

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

BATANG – Bangga dengan kopi lokal Kabupaten Batang, Bupati Wihaji berjanji akan konsisten mempromisikan salah satu produk kebanggan masyarakat ini. Hal tersebut ditegaskan bupati saat ngopi dan ngobrol bareng dengan komunitas pecinta kopi Batang, yang digelar di Desa Tombo Kecamatan Bandar,  Rabu (28/11).

“Di berbagai kesempatan saya aktif kampanyekan produk lokal unggulan yang kita miliki kepada tamu saya maupun kepada masyarakat luar Batang dan secara nasional,” ujar Wihaji.

Suami dari Uni Kuslantasi itu mengatakan, ada nilai dan cita rasa tersendiri dari kopi jenis Robusta khas Batang ini. Untuk itu dirinya merasa perlu mempromosikan, bahkan mengajak masyarakat untuk mem-viralkan lewat sosial media. Apalagi saat ini budaya ngopi jadi tren di kalangan anak muda, sehingga bisa menjadi peluang yang bagus.

Dalam diskusi ringan dan santai yang diselengarakan oleh Bapelitbang, selain bupati turut hadir, Wakil Bupati Suyono, Ketua DPRD Teguh Raharjo, Asisten 1 Retno D, Kepala Dinas Pertanian Megayani, Kepala Dinas Pariwisata Bambang S, Kabitlitbang Heru, peserta dari lomba seduh kopi, serta petani kopi.

Bupati nampak menikmati secangkir suguhan kopi khas Tombo setelah lelah usai melaksanakan rangkaian kegiatan HUT Korpri di komplek Kabupaten sejak pagi. Salah satu pembahasan yang cukup seru dalam diskusi tersebut muncul gagasan bagaimana menjadikan kopi Tombo dan kopi lainnya khas Batang ini, sebagai branding Batang.

Selain kopi Tombo ada juga kopi dari Desa Pacet. Bahkan Kopi Pacet pada Sabtu  kemarin (25/11) berhasil menjuarai Kopi jenis Arabika di Lomba Tingkat Jawa. Hal ini tentu membuktikan bahwa Batang memiliki kopi yang berkualitas.

Ditambahkan Wakil Bupati Batang Suyono, pihaknya akan mempromosikan kopi Batang agar mampu tembus pasaran hingga luar negeri. Namun diingatkan pula bahwa agar mendapatakan cita rasa kopi terbaik tetap harus melakukan riset terus menerus. Supaya kopi Batang mendapatkan harga jual yang pantas dan rasa yang berkualitas.

“Jika ingin memilik kopi yang khas, memang perlu dilakukan riset tersendiri, agar nilai kopi juga semakin bagus dipasaran,” serunya.

Selanjutnya perrwakilan penggiat kopi Batang, Hana sekaligus Ketua Kelompok Petani Kopi Batang menuturkan, hal yang paling mendasar saat ini adalah masyarakat sekarang masih takut untuk menjadi petani apa lagi untuk generasi muda.

“Saat ini kita menghadapi perubahan mindset anak muda yang enggan bertani, padahal jika dilakukan dnegan benar maka bertani bisa mendapatkan keuntungan yang besar,” ucapnya. (han/zal)

Berita sebelumyaTekan Angka Kematian Ibu
Berita berikutnyaKebut Persiapan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tiga Freestyler Asing Unjuk Kebolehan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Event otomotif MXGP seri ke-13 siap digelar di Kota Semarang mulai Jumat (6/7) hari ini hingga Minggu (8/7) besok. Sebagai pra...

Permintaan Kulkas dan AC Tinggi

SEMARANG – Penjualan elektronik Sharp pada bulan Mei 2017 mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini karena masyarakat membutuhkan berbagai perangkat elektronik...

Jelang Hadapi Persiba Bantul, Lini Serang PSIS Jadi Sorotan

SEMARANG – Bermain di kandang dan melawan tim penghuni dasar klasemen Grup 4 membuat PSIS mau tidak mau bakal menjadikan Persiba Bantul sebagai target yang...

Ciptakan Alat Deteksi Jantung Pintar

SEMARANG – Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan alat pendeteksi jantung pintar atau Smart Alert Detection of Heart (SAD-Heart). Mereka adalah Christian M.T Sinaga,...

Potong Sendiri Sapi Kurban

MAGELANG – Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo dalam kurban kemarin menyembelih sendiri sapi kurbannya. Sapi jenis peranakan ongole (PO) seberat 450 kg itu...

Bersin Saat Salat    

Pertanyaan : Assalamualaikum Pak Kiai Ahmad Izzuddin di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati. Saya mau tanya, bolehkah mengucapkan Alhamdulillah atas bersin saat melakukan...