33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Antisipasi Habisnya Minyak Bumi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Teknik. Dua guru besar tersebut adalah Prof Dr Andri Cahyo Kumoro dan Prof Dr Hadiyanto. Pengukuhan tersebut, menambah deretan guru besar Undip menjadi tujuh sepanjang tahun 2017.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Hadiyanto menjelaskan saat ini pangan dengan nilai gizi tinggi masih relatif mahal, sehingga aksesibilitas masyarakat golongan menengah ke bawah masih belum terjangkau sepenuhnya. “Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pemanfaatan mikroalga menjadi solusi yang tepat untuk kondisi saat ini,” ungkapnya, Kamis (30/11) di kampus Undip Tembalang.

Mikroalga, jelasnya, merupakan mikroorganisme dengan ukuran mencapai 500 milimeter dan umumnya hidup melalui proses fotosintesis di lingkungan air tawar, payau maupun air laut. Mikroalga diketahui memiliki kandungan Lipid (lemak) mencapai 30-40 persen dengan protein yang mencapai 70 persen dan karbohidrat 50 persen. “Kandungan itu, menjadikan mikroalga sumber potensial untuk dimanfaatkan menjadi energi dan pangan melalui teknologi biorefinery,” jelasnya.

Biorefinery sendiri merupakan pengambilan produk yang bernilai ekonomis tinggi dari bahan biomasa. Menurutnya, pengembangbiakan mikroalga relatif mudah dan dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat.

“Maka saya mengambil Biorefinery Mikroalga, sebagai solusi untuk diversifikasi bioenergi dan pangan alternatif di Indonesia guna mengantisipasi habisnya cadangan minyak bumi yang  menipis dalam 15-20 tahun ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Andri Cahyo Kumoro dalam penelitiannya mengambil judul Peran Teknik Kimia dalam Perancangan Produk dan Proses Pengolahan Pangan dari Sumber Daya Alam Hayati Indonesia.

Menurutnya jumlah penduduk dunia diperkirakan akan mencapai 9,6 miliar orang pada tahun 2050. Sehingga, diperkirakan jumlah penduduk usia lanjut di dunia akan lebih banyak daripada anak-anak dan 80 persen di antaranya tinggal di negara-negara sedang berkembang.

“Akan tetapi, hal ini terkendala oleh pandangan negatif yang terus meningkat oleh penduduk kota di beberapa negara terhadap produk makanan olahan,” ujarnya.

Oleh karena itu, isu-isu yang harus dihadapi oleh industri pengolahan pangan adalah produksi pangan dunia harus meningkat antara 34 persen dan 70 persen dari saat ini untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk dunia. Namun, menghadapi penerapan konsep teknik kimia di bidang proses pengolahan pangan, ia menemui beberapa kendala.

“Diantaranya, pengetahuan mengenai sifat fisiokimia bahan pangan masih kurang jika dibandingkan dengan sifat bahan kimia biasa, yang pada umumnya sudah dipahami dengan baik,” tandasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tanamkan Nilai Positif Pada Fase Emas

SEMARANG- Pentingnya menanamkan nilai-nilai positif bagi anak-anak disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi siswa-siswi kelompok bermain Kasih Ibu yang berlokasi di samping...

Keluar dari Zona Nyaman Sukses Dirikan Usaha PJTKI dan Biro Umrah

RADARSEMARANG.COM - BERADA pada zona pekerjaan yang nyaman dengan gaji besar, biasanya membuat orang betah dan enggan beranjak. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi...

Keutamaan Bersahur

Pertanyaan Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kyai‭, ‬saya mau bertanya‭, ‬saya pernah mendengar bahwa sangat dianjurkan untuk bersahur pada bulan Ramadhan‭, ‬Apa keutamaan bersahur itu sendiri‭?‬ Fina Marliana...

Pemkab Semarang Terima Penghargaan WTN

UNGARAN – Kabupaten Semarang mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Lalu Lintas Kota Sedang, dari Kementerian Perhubungan. Piala penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur...

Gelar Pasar Murah untuk Driver Gojek

SEMARANG – BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda menyiapkan 750 paket sembako murah untuk driver Gojek Kota Semarang. Kegiatan pasar murah itu diadakan di Kantor BPJS...

Jalin Keakraban dengan Pelanggan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Semarang mengadakan pertandingan persahabatan tenis meja bersama pelanggan. Pertandiangan diikuti peserta dari 13 industri di Kawasan...