Beranda Berita Semarang Dewan Soroti Maerakaca yang Kumuh

Dewan Soroti Maerakaca yang Kumuh

Others

SEMARANG – Komisi C DPRD Jateng menilai pengelolaan Puri Maerakaca di kawasan Pusat Rekreasi Promosi Pembangunan (PRPP) tidak serius. Sebab banyak fasilitas dibiarkan rusak sehingga fungsi Maerakaca yang kerap disebut miniatur Jateng tidak berjalan maksimal.

“Banyak anjungan kabupaten/kota yang kondisinya rusak dan tidak dilakukan perbaikan,” kata Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto. Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan anjungan Kabupaten Temanggung yang terbakar pada tahun 2014 dan sampai sekarang dibiarkan teronggok tanpa perbaikan, baik oleh Pemkab Temanggung maupun oleh pengelola Maerakaca.

Selain itu, kondisi lingkungan Maerakaca yang saat ini berganti nama menjadi Grand Maerakaca terlihat kumuh. “Kami mempertanyakan kinerja bagian kebersihan lingkungan yang bertanggungjawab atas kondisi tersebut. Banyak got mampet, airnya sampai hitam dan berbau,” ungkap legislator yang akrab disapa Bogi ini.

Lebih lanjut Bogi menceritakan, pihaknya beberapa waktu lalu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Maerakaca dan mengetahui langsung kondisi lingkungan yang kumuh sehingga membuat pengunjung tidak nyaman. Padahal pengunjung arena wisata keluarga ini cukup banyak terlebih pada hari Sabtu dan Minggu.

Dia menambahkan, selain kondisi lingkungan yang tidak terawat, fungsi Maerakaca sebagai miniatur Jateng tidak terlihat sama sekali. Harusnya pengelola secara rutin mengadakan pentas kesenian, kebudayaan atau kegiatan lainnya bekerjasama dengan pemkab/pemkot se Jateng.  “Ini miniatur Jateng, harusnya bisa seperti Taman Mini di Jakarta yang rutin ada kegiatan dari provinsi-provinsi di Indonesia,” bebernya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Muhammad Rodhi mengatakan, saat menuju ke anjungan Kabupaten Semarang lantainya cukup kotor. Kemudian, di anjungan Kota Salatiga, papan namanya lepas, serta lampu taman lepas.

Di anjungan Kabupaten Boyolali, suasananya tampak sepi. Di dalam bangunan rumah khas Boyolali itu kosong. Situasi di anjungan Kota Tegal juga tidak jauh berbeda, tampak senyap. Kolam di depan anjungan Kota Tegal juga mangkrak hingga ditumbuhi lumut. Di anjungan Kota Magelang, catnya juga sudah memudar. “Masih banyaknya anjungan yang tidak terurus menjadi pemandangan yang kurang bagus,” katanya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,298FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News