33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Tak Perlu Beli Elpiji, Cukup Iuran Rp 5 Ribu/Bulan

Temuan Gas Rawa, Pertama di Indonesia

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Sumber gas rawa ditemukan di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Gas itu dimanfaatkan warga setempat untuk menyalakan kompor sebagai pengganti elpiji. Sudah ada 22 kepala keluarga (KK) yang menikmati gas tersebut secara cuma-cuma. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

IMANAH, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi sumur gas rawa mengaku telah memanfaatkan gas rawa selama dua bulan ini. Dijelaskan, ketika digunakan untuk menyalakan kompor, hasilnya tidak jauh beda saat dirinya menggunakan elpiji. Nyala api stabil dan tidak menimbulkan bau. Hanya saja, tidak bisa sekencang saat menggunakan tabung.

“Buat masak bisa. Panasnya sama seperti elpiji. Barusan buat masak sayur sop dan menggoreng tempe,” ucapnya ketika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo datang ke rumahnya untuk melihat pemanfaatan gas rawa, Rabu (29/11) kemarin.

Adanya pengolahan gas rawa itu, lanjut Imanah, menjadi berkah tersendiri bagi warga. Mereka kini tidak perlu mengeluarkan uang untuk keperluan gas. “Ke depan, kami akan iuran untuk perawatannya, supaya bisa bermanfaat dalam waktu yang lama,” terangnya.

Dia mengaku, sumberdaya gas itu sebenarnya sudah ada sejak 35 tahun silam. Hanya saja, saat itu warga setempat belum mengetahui jika gas tersebut bisa dimanfaatkan untuk rumah tangga. “Sudah ada sejak saya kecil, kok. Tapi saat itu belum digunakan,” bebernya.

Gubernur Ganjar bersyukur dengan potensi tersebut. Bahkan dia mengklaim, pemanfaatan gas rawa di Grobogan ini baru pertama di dunia. “Bukan hanya di Indonesia, tapi sepertinya juga dunia,” ucapnya.

Dijelaskan, pihaknya akan terus meriset teknologi pemanfaatan gas rawa tersebut. Dia memperkirakan, satu sumur gas rawa bisa digunakan untuk 150 KK selama 100 tahun. “Kalau bicara kedaulatan energi, Kabupaten Grobogan sudah. Kami akan mengejar teknologi ini agar bisa segera dinikmati seluruh warga desa,” terangnya.

Orang nomor satu di Jateng ini meminta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng untuk melakukan penelitian dan pendalaman lebih lanjut. “Kalau ternyata bisa lebih dioptimalkan dan dikembangkan lagi, akan kami kembangkan. Kalau bisa, jangkauannya lebih luas akan semakin membantu,” harapnya.

Untuk sementara, pemanfaatan gas rawa di lokasi itu sudah sangat bagus. Nantinya, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengeboran di lokasi lain untuk memperbanyak penyebaran gas kepada masyarakat. “Kami juga ingin menyempurnakan teknologi yang saat ini digunakan. Kalau bisa lebih bagus dan bermanfaat, pasti akan kami lakukan,” tegasnya.

Nantinya, warga tidak perlu lagi membeli elpiji. Hanya iuran per bulan untuk perawatan alat dan pompa saja. “Jika per bulan rata-rata satu KK mengeluarkan Rp 40 ribu untuk beli gas, sekarang bisa gratis. Iuran Rp 5 ribu sepertinya cukup untuk biaya perawatan,” ungkapnya.

Kepala Dinas ESDM, Teguh Dwi Paryono menambahkan bahwa penggunaan gas rawa untuk menyalakan kompor, nyaris tanpa risiko. Sebab, tekanannya lebih rendah dari elpiji. “Kalau elpiji 8 bar. Sementara gas ini hanya 5 bar setelah didorong kompresor,” ucapnya.

Dijelaskan, gas yang diambil dengan cara dibor dengan kedalaman 50 meter itu, kemudian diolah dan disuling agar bisa disalurkan kepada masyarakat. Prosesnya juga cukup unik, awalnya gas diambil dengan cara dibor. Kemudian, gas bercampur air dipisahkan menggunakan dua tabung yang berbeda, satu untuk menampung air dan satunya lagi untuk menampung gas. Dari tabung berisi gas itulah kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga secara gratis. (*/ida)

Berita sebelumyaKelompok Utama Bakal Ketat
Berita berikutnyaSuka Kegiatan Menantang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...