33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Pesta Miras, Cekcok, Tusuk Rekan

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

SEMARANG – Tiga pelaku pengeroyokan hingga menewaskan pemuda bernama Agung Kurniawan alias Galang, 31, warga Perum Jatisari Absari Mijen, menjalani rekonstruksi. Reka ulang sebanyak 13 adegan ini, korban sempat dipukul dan diinjak-injak sebelum tewas bersimbah darah akibat ditusuk belati di bagian perut.

Reka ulang digelar di lokasi kejadian, persisnya tepi Jalan Raya Perum Dempel Mukti Raya RT. 12/25 Kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan. Reka ulang digelar Tim Resmob Polrestabes Semarang dan jaksa serta didampingi pengacara korban Rabu (29/11) siang.

Tiga pelaku bernama Arif Afriyanto, 21, warga Kampung Jempono, Mochamad Ridwan, 19, warga Jalan Gangin Raya, Bangetayu Wetan, dan Santoso, 29, warga Bangetayu. Sedangkan peran pelaku penusukan bernama Yanuar alias Klowor, warga Condorejo Ngablak Pedurungan, yang masih buron dilakukan oleh anggota Resmob Polrestabes Semarang.

Tiga pelaku dan saksi kejadian, Oki alias Leker, 31, rekan korban memperagakan reka ulang sebanyak 13 adegan dengan kooperatif. Adegan pertama, enam orang remaja ini datang ke lokasi kejadian mengendarai sepeda motor sambil membawa minuman keras jenis ciu.

Saat asik menenggak miras, tiba-tiba terjadi cekcok tersangka Ridwan dengan korban. Kemudian tersangka Ridwan menarik kerah kaos korban hingga kemudian terjadi pengeroyokan. Tersangka Santoso memukul pipi korban satu kali, dilanjutkan Arif menendang dada korban hingga jatuh tertelungkup.

Tersangka Ridwan yang masih berdiri tiba-tiba membentak seorang warga yang datang ke lokasi. Sementara, Oki yang berangkat bersama korban berupaya melerai. Nahas, saat melerai, tersangka Klowor langsung mengambil pisau yang diselipkan di pingganya dan langsung menusuk Oki, mengenai pipi dan lengannya.

Memasuki adegan ke 8, Klowor menusuk perut korban sebanyak satu kali. Setelah menusuk, Klowor bersama Arif kabur ke arah Ngablak. Tersangka Ridwan yang masih berada di lokasi, kembali memukul kepala korban sekali menggunakan helm.

Tubuh korban yang sudah tak berdaya tersungkur di atas tanah genangan kemudian diseret tersangka Santoso ke tepian jalan dan ditinggal. Selanjutnya, korban Oki langsung diboncengkan Ridwan diapit Santoso pergi mengendarai motor Yamaha Mio.

“Rekonstruksi ini untuk mereka ulang kejadian pembunuhan. Ada 13 adegan yang diperagakan. Saya himbau saudara Klowor untuk segera menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas,” ungkap tegas Kanit Resmob Polrestabes Semarang, Iptu Gargarin di lokasi rekonstruksi, Rabu (29/11) kemarin. (mha/zal)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Guru Bahasa Inggris Raih IPK Tertinggi

SALATIGA –Danang Sigit Widianto berhasil meraih nilai tertinggi dalam dalam wisuda VI Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga akhir pekan lalu. Pria kelahiran tahun...

Sopir Ambulans Edarkan Sabu

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Seorang sopir ambulans berinisial B alias T, 44, pegawai di instansi Public Safety Center (PSC) 119 Kota Magelang dibekuk Satuan Narkoba...

HARRIS Semarang Tanamkan Berbagi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Hotel HARRIS Semarang menyelenggarakan beragam kegiatan sosial selama Ramadan. Di antaranya, mengajak 15 anak yatim piatu dari Yayasan Darul Falah Al-Hasyimiyah dan 10...

Telan Rp 70 M, Kinerja Buruk

BESARNYA subsidi operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang selama 2016 lalu mencapai Rp 70 miliar. Tahun ini, diperkirakan akan menelan anggaran lebih besar...

Dinas Siapkan Sekarung Pisang dan Ketela

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menyiapkan satu karung ketela dan pisang setiap harinya untuk memberi makan populasi monyet yang hidup di kawasan...

GO-JEK Traveloka Dukung Penuh Liga 1

JAKARTA – Dua perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yakni GO-JEK – penyedia layanan on-demand terbesar berbasis aplikasi dan Traveloka - perusahaan internet penyedia aplikasi...