33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pengemudi Go-Car Mogok 3 Hari

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SALATIGA – Puluhan pengemudi angkutan umum online mitra Gojek yakni Go-car mogok jalan, Rabu (29/11). Aksi ini dilakukan lantaran mereka keberatan dengan aturan baru terkait target poin yang diterapkan oleh manajemen.

Puluhan pengemudi transport online itu memarkir mobilnya di kawasan Stadion Kridanggo. Kemudian sejumlah perwakilan mendatangi kantor Gojek yang berada di Jalan Muh Yamin. Perwakilan mitra pengemudi diterima oleh kepala perwakilan setempat, Anci. Meski berjalan tertib, namun belasan personel dari Polres Salatiga tetap disiagakan di lokasi.

Salah seorang koordinator pengemudi Go-car Salatiga, Yudi, 43, mengatakan, para pengemudi keberatan dengan aturan baru yang mulai diterapkan oleh manajemen per tanggal 29 November 2017.

Dimana pengemudi harus mendapatkan 18 poin (penumpang) setiap hari, atau naik 6 poin dari target sebelumnya yang hanya mematok 12 poin setiap hari. “Sebelum ada aturan baru itu, target poin kami hanya 12 dengan bonus minimal Rp 300 ribu. Namun dengan aturan baru, poin 18 tetapi bonus juga sama Rp 300 ribu dan masih ada potongan untuk komisi 10 persen. Terus terang kami keberatan dengan aturan baru ini, dengan target 18 poin,” tandasnya. Terlebih Kota Salatiga merupakan kota kecil.

Yudi mencontohkan, untuk Kota Semarang yang notabene merupakan kota besar dan ibu kota provinsi saja, tagert poin untuk Go-car hanya 14 poin. “Apakah Kota Salatiga yang wilayah dan kotanya kecil justru sampai 18 poin. Terus terang, itu sangat berat buat kami,” imbuhnya.

Memang diakui oleh Yudi, konsumen Go-car di Salatiga cukup ramai. Namun hal ini disebabkan juga oleh faktor hujan saat ini, sehingga banyak yang memilih menggunakan armada transport online.

Hal senada diungkapkan Aryo yang mengatakan, dengan target poin 18, cukup berat untuk dilakukan, selain kota kecil, juga biaya operasional yang lebih banyak. Dikatakannya Aryo, dalam dialog dengan pihak manajemen itu, para pengemudi menuntut untuk mengembalikan aturan seperti sediakala yaitu target 12 poin.

Dengan tuntutan itu pihak manajemen Go-car di Salatiga belum bisa memberikan kepastian. “Mas Anci (manager) akan menyampaikan tuntutan kami ke Jakarta. Sehingga kita tunggu,” katanya.

Dikatakannya, selama belum ada keputusan final, para pengemudi di Salatiga yang jumlahnya sekitar 125 orang sepakat untuk tidak narik alias mogok selama tiga hari. (sas/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mahasiswa Dilatih Tanggulangi Kebakaran

MUNGKID—Ancaman kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja. Untuk mengantisipasi hal itu, Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar pelatihan tanggap darurat kebakaran. Kegiatan ini...

Tuntut Pengembang Pasang Instalasi Air

TEMANGGUNG - Puluhan warga Perumahan Villa Danupayan Permai (VDP) Desa Danupayan Kecamatan Bulu Temanggung, Selasa (28/3), beramai-ramai mendatangi kantor pengembang perumahan PT Kreasi Cipta...

Hotel Budget Terlalu Banyak di Semarang

SEMARANG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah berharap pembangunan hotel budget atau di Kota Semarang dihentikan. Semakin banyaknya hotel bertarif ekonomis...

Hibahkan Tanah untuk Jalan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Tak kurang dari 377 warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung yang terkena imbas pembangunan Jalan Rakai Panangkaran dari Desa Mlandi menuju kawasan...

Berkas Paslon Belum Lengkap

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Tiga pasangan bakal calon (balon) Bupati-Wakil Bupati Temanggung telah mengikuti pemeriksaan kesehatan di RSUD dr Moewardi Solo, pada 12-13 Januari 2018....

Pantau Kesiapan Puskesmas Jadi BLUD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Sekda kendal kembali melalukan inspeksi mendadak (sidak).  Kali ini ia menyasar puskesmas di Kendal. Sidaknya dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas yang...