33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ini Cara Hendi Antisipasi Badai Cempaka

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya badai siklon tropis Cempaka 96S di Selatan Jawa, yang mengakibatkan wilayah Jawa akan terjadi intensitas hujan yang sangat lebat dengan durasi yang lama selama tiga hari.

Salah satu daerah yang terkena dampak dari badai siklon tropis Cempaka tersebut adalah Kota Semarang. Hal ini setidaknya terlihat pada  hari Selasa (28/11), di Kota Semarang terjadi hujan deras dengan durasi yang sangat lama, hampir seharian penuh. Akibatnya terjadi genangan pada sejumlah titik di Kota Semarang.

Bergerak cepat, siang Rabu (29/11), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengecek kesiapan sejumlah sungai. Hendi, sapaan akrabnya, ingin memastikan saat hujan belum turun, sungai-sungai tersebut dalam posisi kosong atau kering.

“Kemarin saya minta sungai-sungai di Semarang ini dikosongkan ketika tidak dalam kondisi hujan, hal ini agar nanti ketika ada air hujan dengan volume yang sangat besar bisa langsung tertampung di sungai-sungai yang ada di Kota Semarang,” ujar Hendi saat mengecek sungai yang melintas di Kampung Kali, Rabu (29/11)

“Dari hasil koreksi kita kemarin, dengan adanya hujan deras berdurasi lama, air hujan ini harus mengantre untuk bisa mengalir ke sungai-sungai yang ada di Kota Semarang, karena volumenya besar maka terjadilah genangan, walaupun tidak lama kemudian surut, tapi ini menjadi perhatian penting,” tambahnya.

Secara detail, Hendi menjelaskan pengeringan sungai tersebut dilakukan melalui penyedotan air dengan 11 pompa besar yang ada di Kota Semarang. 11 pompa tersebut adalah pompa yang berada pada wilayaha Bulu Drain, Semarang Indah, Madukoro, Kali Semarang, Kalibaru, Kol. Sugiyono, Kandang Kebo, Berok, Kartini, dan Kampung Kali. (hid/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bagikan 700 Paket Sembako

MUNGKID—Menjelang Idul Fitri, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCB PRB) membagikan 700 paket sembako bagi masyarakat miskin di sekitar objek...

Untidar Terus Berinovasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Universitas Tidar (Untidar) Magelang pada awal 2018 memperoleh penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan rapor terbaik ke-2 dalam pelaksanaan program, kegiatan...

320 Pelajar Diajak Jaga Pesisir Laut

BATANG-Sebanyak 320 pelajar yang terdiri atas pelajar SMA 1 Gringsing, SMP 1, SMP 2, SMP 3 dan SMP 4 Gringsing diajak menjaga pesisir laut Gringsing...

Garap Beton Jalan dan Rehab Rumah

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Mergowati Kecamatan Kedu menghabiskan dana Rp 677 juta. Dana itu berasal dari APBD...

Ada 18 Nama Calon Kepala Daerah Bermasalah, KPK Tegaskan100% Itu HOAX

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah terkait dengan beredarnya 18 nama calon kepala daerah dalam sebuah dokumen PDF Lantaran diduga melakukan tindak pidana...

Sosialisasikan Gaya Hidup Sehat

SEMARANG - RSUP dr Kariadi memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi pengunjung Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (12/3). Kegiatan itu bertujuan mengedukasi...