33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Beberkan Peran Mantan Ketua Nasdem 

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Fakta baru terungkap dalam persidangan pemeriksaan saksi atas terdakwa Wakil Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, Cahyo Supardi, yang terjerat perkara dugaan suap terhadap Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (29/11).

Dalam persidangan itu, saksi yang dihadirkan adalah pengusaha asal Kota Tegal, Sadat Faris. Dihadapan majelis hakim ia mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp 2,3 miliar untuk mendukung mantan Ketua Partai Nasdem Kabupaten Brebes Amir Mirza yang akan maju dalam Pilkada 2017 bersama Siti Masitha.

“Saya ada beberapa pekerjaan di Tegal pada 2016 dan 2017, uang itu saya berikan melalui Amir Mirza. Bagaimanapun Amir Mirza ini kalau di Tegal dikenal sebagai wali kota bayangan,” kata Sadat dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Sulistyono.

Sadat juga pernah meminta kepada Amir Mirza untuk mengganti salah seorang pejabat di Pemerintah Kota Tegal dengan alasan tidak memenangkan dirinya saat tender proyek.

Kemudian, saksi kedua adalah Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tegal, Irkar Yuswan Appendi. Dalam persidangan, Irkar mengakui peran Amir Mirza dalam menata birokari di Kota Tegal. Ia juga menjelaskan setiap mutasi atau promosi jabatan di Pemkot Tegal harus meminta persetujuan Amir Mirza, sesuai instruksi wali kota.

Bahkan, lanjut Irkar, meski bukan pegawai negeri, Amir memiliki ruang kerja di kompleks rumah dinas wali kota. Keterangan itu, kemudian dibenarkan oleh mantan ajudan Wali Kota, Akhbari Cinthya Berliani, yang juga dihadirkan sebagai saksi.

Dikatakannya, ruang kerja Mirza berada di bagian belakang rumah dinas. Ia juga menyebutkan, di ruang tersebut Amit Mirza juga sering menemui para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tegal. “Oleh wali kota, Pak Mirza ini dikenalkan sebagai sepupunya,”sebutnya.

Dalam sidang itu juga terungkap setoran sejumlah uang kepada Amir Mirza maupun Siti Masitha melalui asisten rumah tangga di rumah dinas wali kota bernama Sri Murni. Sri mengaku beberapa kali menyerahkan uang, baik tunai maupun secara transfer.

Namun, saksi mengakui tidak mengetahui berapa besaran uang yang diberikan secara tunai karena selalu dibungkus. Sri juga mengaku masih sempat menyerahkan sejumlah uang sehari sebelum Wali Kota Tegal ditangkap KPK. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...