32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Beberkan Peran Mantan Ketua Nasdem 

SEMARANG-Fakta baru terungkap dalam persidangan pemeriksaan saksi atas terdakwa Wakil Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, Cahyo Supardi, yang terjerat perkara dugaan suap terhadap Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (29/11).

Dalam persidangan itu, saksi yang dihadirkan adalah pengusaha asal Kota Tegal, Sadat Faris. Dihadapan majelis hakim ia mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp 2,3 miliar untuk mendukung mantan Ketua Partai Nasdem Kabupaten Brebes Amir Mirza yang akan maju dalam Pilkada 2017 bersama Siti Masitha.

“Saya ada beberapa pekerjaan di Tegal pada 2016 dan 2017, uang itu saya berikan melalui Amir Mirza. Bagaimanapun Amir Mirza ini kalau di Tegal dikenal sebagai wali kota bayangan,” kata Sadat dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Sulistyono.

Sadat juga pernah meminta kepada Amir Mirza untuk mengganti salah seorang pejabat di Pemerintah Kota Tegal dengan alasan tidak memenangkan dirinya saat tender proyek.

Kemudian, saksi kedua adalah Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tegal, Irkar Yuswan Appendi. Dalam persidangan, Irkar mengakui peran Amir Mirza dalam menata birokari di Kota Tegal. Ia juga menjelaskan setiap mutasi atau promosi jabatan di Pemkot Tegal harus meminta persetujuan Amir Mirza, sesuai instruksi wali kota.

Bahkan, lanjut Irkar, meski bukan pegawai negeri, Amir memiliki ruang kerja di kompleks rumah dinas wali kota. Keterangan itu, kemudian dibenarkan oleh mantan ajudan Wali Kota, Akhbari Cinthya Berliani, yang juga dihadirkan sebagai saksi.

Dikatakannya, ruang kerja Mirza berada di bagian belakang rumah dinas. Ia juga menyebutkan, di ruang tersebut Amit Mirza juga sering menemui para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tegal. “Oleh wali kota, Pak Mirza ini dikenalkan sebagai sepupunya,”sebutnya.

Dalam sidang itu juga terungkap setoran sejumlah uang kepada Amir Mirza maupun Siti Masitha melalui asisten rumah tangga di rumah dinas wali kota bernama Sri Murni. Sri mengaku beberapa kali menyerahkan uang, baik tunai maupun secara transfer.

Namun, saksi mengakui tidak mengetahui berapa besaran uang yang diberikan secara tunai karena selalu dibungkus. Sri juga mengaku masih sempat menyerahkan sejumlah uang sehari sebelum Wali Kota Tegal ditangkap KPK. (jks/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here