33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Tukang Pijat Incar Pelajar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Pengedar obat penenang ilegal (pil koplo) berhasil dibekuk aparat Polsek Gunungpati. Pelaku bernama Istuhri, 26, alias Datuk. Sasaran pelaku adalah pelajar dan sopir angkutan.

Pelaku dibekuk di kediamannya di Desa Mundingan RT 01 RW 02, Cepoko Gunungpati pada Selasa (21/11). Datuk sudah berjualan obat-obatan penenang ini tanpa izin selama satu tahun. Obat-obatan tersebut bermerek Trihexyphenidyl. Obat-obatan ia jual seharga Rp 25 ribu per strip berisi 10 tablet.

“Barang bukti yang kita dapatkan ada 300 strip (30 ribu butir) pil koplo jenis trihex, termasuk uang tunai sebanyak Rp 805 ribu,” ungkap Kapolsek Gunungpati AKP Budi Abadi, saat gelar perkara di Mapolsek tersebut, Selasa (28/11) kemarin.

Selain berjualan obat penenang, profesi keseharian Datuk adalah tukang pijat tradisional. Ia sudah menjadi tukang pijat sejak tahun 2008. Ia mengaku berjualan obat-obatan tanpa izin untuk menambah penghasilan.

“Karena jadi tukang pijat selalu sepi, makanya saya menjual obat-obatan supaya nambah penghasilan,” kata Datuk.

Obat-obatan penenang Datuk peroleh dari seorang bandar. Dalam sebulan, ia biasa mengambil 2 box. Setiap satu boxnya berisi 10 strip dengan harga Rp 115 ribu.  “Biasanya yang beli pelajar dan sopir angkutan,” tandasnya. (mha/mg50/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bekuk Komplotan Penipu

MAGELANG–Komplotan penipu berkedok paranormal pengganda uang miliaran rupiah berhasil dibekuk Tim Resmob Polres Magelang Kota. Modusnya, menjanjikan bisa menggandakan uang bermiliar-miliar rupiah, setelah korban...

Tronton Tabrak Lexus dan 3 Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kecelakaan karambol melibatkan 5 kendaraan terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh, tepatnya di samping Swalayan Ramai Manyaran, Semarang Barat, Rabu (10/1) sekitar...

Multi Fungsi, Bikin Tampilan Lebih Garang

RADARSEMARANG.COM - BAGASI mobil terbatas, tapi ingin mengangkut barang lebih banyak saat melakuka traveling, tak perlu lagi khawatir. Dewasa ini, lagi ngetren bagasi tambahan...

Serunya Bukber di Kunming

Oleh: Dahlan Iskan Siapa pun tahu: beli tiket mendadak itu sulit. Terutama menjelang Lebaran seperti ini. Tapi saya harus pulang. Semendadak ini. Menjelang lebaran ini....

Berharap Pengampunan dari Ketum PSSI

SEMARANG – PSIS masih terus mengupayakan agar para pemainnya yang masih terhukum karena dianggap terlibat dalam sepak bola gajah di Divisi Utama musim 2014...

Tingkat Kepatuhan Pajak Masih Rendah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tingkat kepatuhan pajak dinilai masih rendah. Terbukti, selama tujuh tahun terakhir penerimaan pajak belum pernah mencapai target. Karena itulah, sosialisasi dan edukasi terus...