33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Positif, 32 Unggas Mati karena Flu Burung

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Unggas yang mati terdiri atas ayam buras, itik, dan entok atau itik manila,”

drh Nurul Khasanah

TEMANGGUNG—Peternak ayam di Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, dikejutkan dengan matinya 32 unggas secara mendadak. Kematian unggas-unggas itu mirip gejala virus flu burung, minggu lalu.

Terkait hal itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung telah menerjunkan tim untuk memeriksa penyebab kematian 32 unggas milik warga. Hasilnya, penyebab kematian 32 unggas di Keblukan positif karena serangan virus flu burung.

“Unggas yang mati terdiri atas ayam buras, itik, dan entok atau itik manila,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung, drh Nurul Khasanah.

Memasuki musim penghujan, virus flu burung mulai merebak dan menyerang ternak unggas. Unggas yang staminanya tidak baik, akan mati mendadak. Sedangkan ternak yang kondisinya lebih baik, akan sakit dan bisa diobati. “Agar ternak kondisinya baik, peternak harus lebih menjaga kebersihan kandang dan pakan ternak.”

Sebelumnya, kasus flu burung juga menyerang 23 ekor unggas di Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu. Atas kejadian itu, pihaknya menggalakan sosialisasi. Juga membagikan vaksin dan melakukan desinvektan pada peternak kecil. Bantuan ditujukan pada kepemilikan unggas maksimal 5.000 ekor.

Penyebab flu burung karena tingkat kelembaban cukup tinggi pada saat musim hujan. Juga kebiasaan mengumbar ternak dan mencampur unggas dalam satu kandang.

Warga memiliki kebiasaan mencampur ayam baru dengan ayam yang lama di kandang. Padahal, seharusnya dipisah dulu untuk mengetahui apakah kondisi ayam baru betul-betul sehat atau ada penyakitnya.

Meski sudah mulai muncul flu burung, dibandingkan pada 2016 lalu, kasus tahun ini masih rendah. Sepanjang Januari–November, hanya ada 55 unggas yang mati karena flu burung di dua tempat. Berbeda dengan tahun lalu, mencapai 1.737 unggas yang terkena flu burung. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Proyek Tahun Jamak Rawan Mangkrak

SEMARANG - Pelaksanaan kegiatan pembangunan menggunakan sistem anggaran tahun jamak di Kota Semarang masih terus disoal. Penerapan sistem anggaran tahun jamak dinilai perlu kajian...

Hadirkan Akses Layanan Lebih Mudah

SEMARANG – PLN dalam upaya memudahkan pelanggan kini menghadirkan PLN MOBILE. Sebagai aplikasi berbasis Android, PLN terus melakukan peningkatan kualitas dari sisi layanan dan...

Gadis di Bawah Umur Dijadikan Terapis 

SEMARANG-Sebuah tempat usaha pijat di sekitar Jalan Jendral Sudirman Semarang Barat, diduga memperkerjakan gadis di bawah umur. Mereka dipekerjakan sebagai terapis untuk melayani pengunjung. Hal...

Mahasiswa Keperawatan UM Magelang Ucap Janji

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Mahasiswa Prodi Keperawatan Fikes UM Magelang melakukan ucap janji Sabtu  (11/8). Acara bertema Menyiapkan Generasi yang Smart, Berkarakter dan Berdaya Saing...

Beri Sinyal Tambah Amunisi

SEMARANG – Setelah memastikan satu tiket ke babak 16 besar Liga 2, tim PSIS Semarang tampaknya mulai ancang-ancang meski babak penyisihan Grup 4 saat...

Ambil Sabu Dekat Samsat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang juru parkir (jukir) bernama Etri Kuswinarto, 35, dibekuk petugas Polsek Pedurungan karena mengedarkan narkotika jenis sabu. Barang bukti yang berhasil...