33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Netizen Diimbau Bijak Gunakan Medsos

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Akhir-akhir banyak kasus penggunaan media sosial seperti posting berita yang tidak benar alisas hoax. Juga berisi ujaran kebencian dan kicauan yang mengarah pada SARA. Ketua Fraksi PPP MPR RI  Moh. Arwani Thomafi menganjurkan kepada pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati. Sebab telah banyak contoh kicauan atau ujaran yang keblabasan sehingga mengakibatkan masalah baik antar individu, individu dengan kelompok bahkan dengan pemerintah atau penguasa.

Semua itu dikarenakan tidak adanya batasan atau aturan yang jelas dalam penggunaan media sosial. Untuk itu Arwani mengimbau kepada netizen agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan sosial media.

Hal itu disampaikan Arwani dalam Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ponpes Al I’anah Kelurahan Cepu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Senin (27/11). Dalam acara yang dihadiri oleh ulama dan 200 santri itu, dia juga mengatakan bahwa teror yang akhir-akhir ini marak terjadi harus dilawan dengan saling bergandengan tangan antar pemangku kepentingan agar tidak menimbulkan lebih banyak korban. “Saya mengimbau ormas-ormas keagamaan di tanah air melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat,” katanya. Dia juga mendorong dialog antar agama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut dengan isu agama.

Menurutnya, penegakan hukum adalah proses yang dilakukan sebagai upaya untuk tegaknya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian, penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti moral bangsa telah menjadi moral negara. “Hal ini berarti moral Pancasila telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukumnya,” ungkapnya.

Karena itu, setiap tindakan harus berdasarkan hukum yang bermoral Pancasila, sehingga konsekuensinya hukum harus menjadi panglima demi terciptanya masyarakat Indonesia yang mempunyai kedudukan dan hak yang sama di hadapan hukum. Supremasi hukum harus ditegakkan sebagai otoritas tertinggi, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan untuk semua orang, dimana keadilan tidak memihak pada kepentingan, tetapi keadilan yang benar-benar sesuai dengan hati nurani dan rasa keadilan itu sendiri. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Langgar Lalin, Kaum Difable Ditilang

UNGARAN–Penertiban pengguna jalan di Kabupaten Semarang semakin tidak pandang bulu. Baik itu pengguna kendaraan yang normal maupun difable. Menyusul diterbitkannya SIM (Surat Izin Mengemudi)...

Kreasi Kaos Domsart, Ludes Terjual

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Siswa-siswi SMP PL Domenico Savio Semarang yang tergabung dalam Domenico Savio Art Class (Domsart) membuat kreasi kaos motif yang diberi nama Bleach Shirt....

Rp 1 M Untuk Relokasi Warga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Curah hujan yang tinggi beberapa waktu ini menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsordi sejumlah wilayah di Jateng. Ribuan warga...

Duel Klasik PSIS vs Persebaya

BANDUNG- Setelah dihadapkan pada ketidakjelasan jadwal dan beberapa kali mengalami penundaan, babak delapan besar Liga 2 Grup Y dipastikan akan digelar di Gelora Bandung...

Janji ke Baekdu Harapan ke Halla

Oleh: Dahlan Iskan Ini drama kedua. Kelanjutan dari drama April di Panmunjom. Begitu tulus. Kim Jong-Un menerima kedatangan Moon Jae-In. Di drama kedua ini. Bulan lalu....

Perketat Pengamanan Bank dan Toko Emas

KENDAL—Jelang Lebaran, jajaran Polres Kendal melakukan pengetatan terhadap pengamanan masyarakat. Seperti dilakukan Polsek Weleri dengan melakukan penjagaan di sejumlah bank, toko emas. Selain pengamanan...