33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Kampanye Cinta Budaya Lokal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Semakin lunturnya budaya lokal membuat sekelompok pemuda membentuk Komunitas Tembang Jiwa Jateng. Sudah dua tahun lebih mereka menggelar event rutin sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda di Jateng.

MIFTAHUL A’LA

KOMUNITAS Tembang Jiwa Jawa Tengah dibentuk sekelompok pemuda melihat fenomena semakin lunturnya budaya lokal di Jateng. Mereka berasal dari Semarang, Demak, Wonogiri, Salatiga, Banjarnegara, hingga Klaten. Salah satu penyebabnya, karena gempuran teknologi informasi, hingga generasi muda lebih senang dengan bermain gadget, menghabiskan waktu di mall, serta bermain game online.

“Itu salah satu faktor yang mendorong kami membentuk komunitas ini. Karena jika kondisi ini terus dibiarkan jelas budaya lokal akan tersingkirkan,” kata Ketua Komunitas Tembang Jiwa Jawa Tengah, Aris Kurnianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut warga Jalan Villa Mulawarman 1 No 3 Jabungan, Banyumanik ini, anak-anak sekarang lebih senang bermain gadget daripada melihat pentas wayang orang. Padahal wayang orang merupakan aset berharga, dan merupakan kebudayaan di Jateng yang sangat dikagumi oleh banyak orang.

“Bayangkan saja sekarang kalau ada pentas wayang orang berapa yang melihat, itupun didominasi para orangtua. Anak-anak muda lebih suka nongkrong dan main game online,” ujarnya.

Sejak didirikan 2015 silam, komunitas ini terus melakukan berbagai upaya mengampanyekan cinta budaya lokal untuk generasi muda. Misalnya, dengan menggelar berbagai event penting, seperti Festival Suro, Festival Rebana, Festival Tembang Dolanan Anak, serta Festival Acapella.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pengurus Persibat Tahan Imbang Pemkab

BATANG - Untuk menjalin silaturahmi antara pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, digelar pertandingan eksibisi antara pejabat di lingkungan Pemkab dan Pengurus sepakbola Persibat...

Mulai Buat Paspor Haji Tambahan Raja Salman

WONOSOBO–Semua paspor calon jamaah haji dari wilayah eks karisidenan Kedu dan Banjarnegara, sudah selesai dibuat oleh Kantor Imigrasi Wonosobo. Ada 3000 calon haji lebih...

Hendi Jamin Warga Miskin Ter-Cover BPJS Kesehatan

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menunjukkan komitmen untuk membantu warga miskin agar ter-cover dalam BPJS Kesehatan. Bukti keseriusan Pemkot Semarang diwujudkan dalam bentuk penandatanganan...

Kebut Pembangunan Jalan Penghubung

UNGARAN – Pembangunan sektor infrastruktur masih terus fokus dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur. Sekdes Kalikayen, Dita mengungkapkan hal itu dilakukan...

Kartu Tani Bisa Diambil di Pengecer Pupuk

SEMARANG - Sebanyak 1.500.503 Kartu Tani sudah dicetak, namun baru 1.074.421 petani atau 71,6 persen di 22 kabupaten/kota yang sudah menerima. Targetnya, akhir Februari...

Rayakan Waisak, Tebar Cinta Kasih

SEMARANG - Peringatan Tri Suci Waisak 2561 BE/2017  dirayakan umat Buddha, Kamis (11/5) hari ini, termasuk  di Vihara Maha Dhammaloka Tanah Putih Semarang. Rabu...