33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Hakim Periksa Langsung Ke Hotel Oak Tree

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG– Perkara sengketa jual beli unit kamar di Hotel dan Apartemen Oak Tre Semarang memasuki agenda sidang pemeriksaan setempat. Sidang dipimpin langsung oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Ari Widodo, didampingi dua hakim anggota Manungku Prasetyo dan Andi Risa Jaya, pada Selasa (28/11).

Dalam sidang gugatan yang diajukan PT Jaya Perkasa Investama (JPI) dengan direkturnya, Agus Triharto Soegiarto melawan PT Merdeka Graha Indo (MGI) serta tujuh tergugat lain. Mereka, Soeryani W, Santoso D W, Lyly Puspita W, Santoso S, Deddy Santoso dan Hokky G. Seorang tergugat, Eko Artiningsih Hartono batal digugat karena damai. Adapun agenda pemeriksaan setempat adalah mencocokkan sejumlah unit kamar yang disengketakan. Gugatan terbagi tiga perkara dan terdaftar nomor perkara 138,139 dan140/Pdt.G/2017/PN Smg.

Kuasa hukum empat Tergugat M. Reza Kurniawan mengatakan, jual beli kamar antara MGI dengan kliennya dilakukan tunai. Jual beli dituangkan dalam PPJB dengan kesepakatan PT JPI tetap selaku pengelola.

Menurutnya, PT JPI diwajibkan memberi deviden atau pendapatan ke pemilik kamar yang tidak lain adalah kliennya. Namun dari semua tergugat, baru Lily yang pernah sekali mendapat deviden satu semester awal sejak 2012.

“Lainnya dan setelah itu tidak diberi deviden dan macet. Atas hal itu, PT JPI lalu menggugat dan meminta PPJB dibatalkan,” kata Reza disela-sela sidang setempat.

Pihaknya menyatakan, keberatan karena PPJB dibatalkan, menurutnya, hingga pembuktian, PT JPI tak mampu membuktikan adanya pemaksaan penyerahan unit kamar darinya ke tergugat.

“Penggugat menilai kami tidak bayar. Tapi kami buktikan, pembelian tunai dan dibuat kuitansi,” sebut Reza. Pihaknya mengaku dirugikan total Rp 13 miliar atas pembelian delapan unit kamar dan deviden yang tak bisa dinikmatinya.

Sementara itu, kuasa hukum PT MGI, Wilson Colling mengatakan, perjanjian dengan PT JPI awalnya hanya soal tanah kosong. Bahkan diakuinya, pihaknya sama sekali tidak mengetahui soal kamar-kamar yang dimaksud.  Ia menyampaikan, dalam PPJB (PT MGI) tidak ada dan tidak tahu, sehingga ia menyangkal hal itu merupakan kesalahan oknum dalam hal ini direktur, bukan PT MGI.

“Direktur tandatangan seolah keluar dari PT MGI. Dari pemeriksaan setempat ini kami buta karena perjanjiannya dulu tanah kosong. Atas jual beli kamar antara direktur MGI dengan para tergugat (pembeli), tidak ada alur uang kr PT MGI,” tandasnya.

Terpisah, Henry Indraguna, kuasa hukum penggigat PF JPI menambahkan, pihaknya tidak mengetahui perihal PPJB antara PT MGI dengan para tergugat. Atas jual beli mereka, kata Henry, pihaknha tidak memperoleh pembayaran.

Perlu diketahui, masalah bermula dari adanya kerjasama PT JPI dengan PT MGI atas bisnis hotel dan apartemen pada Mei 2011. Perjalanannya pada Mei 2012, terjadi jual beli dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) antara PT MGI dengan para tegugat. PT JPI yang mengaku tidak tahu dan dilibatkan, merasa dirugikan, menggugat dan menuntut total ganti rugi Rp 130 miliar lebih. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di negeri Amerika Selatan itu mengadakan...

Demi Gunung Merapi, Rela Tak Kumpul dengan Istri

RADARSEMARANG.COM - Menjadi petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) tidak mudah. Ia harus rela meninggalkan istri, putra-putri dan keluarga demi menjalankan tugasnya. Hal itulah...

Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu

RADARSEMARANG.COM-Ada cara gampang mengelilingi Karimunjawa. Dengan motor. Hanya Rp 75 ribu. Bisa mengelilingi pulau itu 24 jam. Ke mana pun Anda suka. Saya mencobanya tadi...

Rumah Mewah di Perbukitan

KEBUTUHAN rumah tinggal di Kota Semarang terus meningkat. Ini menjadi peluang bisnis menggiurkan bagi para pengembang atau developer. Hampir di setiap perbukitan di Kota...

Bahas Rancangan tambahan Penghasilan ASN TA 2019 dan Pembahasan Sister City Kota Semarang-Brisbane

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menggelar rapat Paripurna, Senin (23/7) malam. Paripurna yang dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi...

Omset Rp 50 Juta, Dilarang Pakai Elpiji Bersubsidi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Polres Wonosobo dan jajaran polsek secara serentak akan mengadakan pengecekan penggunaan gas elpiji di rumah makan, perhotelan serta peternakan ayam di...