Srintil, Pulung yang Dinanti Para Petani

Menanam Asa di Lereng Sumbing (1)

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Tembakau menyimpan sejuta asa. Meski keberadaannya terus dihantam polemik yang sarat kepentingan, menanam tembakau juga berarti bergulat dengan tradisi di dalamnya. Karena tembakau tidak hadir begitu saja. Tapi setelah petani menempuh proses yang cukup melelahkan, hingga melakoni laku ritual yang sudah mentradisi.

AGUS HADIANTO

KABUT tipis masih merebah di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, akhir Agustus lalu. Pukul 07.00, Juwadi, 35, petani tembakau asal Dusun Lamuk, tengah bersiap menuju pasar desa. Jarak antara Legoksari dengan pasar kira-kira 4 km. Hari itu, ia berencana memanen tembakau di lahannya, di lereng Sumbing.

Sebelum memanen pukul 08.00 WIB bersama sejumlah kerabat dekatnya, Juwadi membeli ubo rampe di pasar untuk laku ritual. Kembang kantil, kenanga, melati, mawar merah, mawar putih dan cempaka. Tak lupa, rokok klobot dan telor ayam lokal. “Ini tradisi wiwit namanya, sebelum memanen, dilakukan ritual di ladang tembakau, sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Sang Illahi. Tradisi ini sudah turun-temurun,” ucapnya.

Bagi petani tembakau di Legoksari, menanam tembakau bukan semata urusan menggali tanah maupun menyemai bibit. “Tapi ada urutan doa dan adat yang harus dilakukan, mulai dari proses menanam hingga pada waktu memanen.” Ajaran tata cara menanam tembakau dari lelulur, merupakan sebuah pakem yang musti dipatuhi. Harapannya, agar saat panen menghasilkan daun tembakau yang berkualitas tinggi. “Syukur-syukur yang muncul adalah Srintil,” ucap Juwadi, penuh harap.

Ritual yang dilakukan oleh petani, tentu bukan bermaksud menyekutukan Tuhan mereka. “Kami berdoa tentu hanya kepada Allah SWT, memanjaatkan rasa syukur atas panen tembakau. Doa agar panen kali ini menghasilkan kualitas daun tembakau yang terbaik.”

Kepala Dusun (Kadus) Lamuk, Lukman Sutopo, menuturkan, tradisi wiwit yang dilakukan oleh para petani, lantaran mereka berkeyakinan bahwa perlakuan yang baik terhadap tanaman tembakau, maka akan menghasilkan daun tembakau yang juga baik. Mereka percaya, hasil panen tidak lepas dari kehendak Sang Illahi. Tradisi yang demikian bagi petani tembakau, bagian dari tata cara bertani yang benar. “Doa yang tulus dan cara memperlakuan daun tembakau yang baik, akan mendatangkan berkah pada saat panen.”

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -