33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Rumah Ludes Dilalap Api

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG –Suhadi, 77, warga Kampung Jambon Wot RT 06 RW 06 Cacaban, Magelang Tengah, Kota Magelang harus kehilangan rumahnya akibat habis dilumat si jago merah, Senin (27/11) sekitar pukul 05.15 WIB. Salah seorang saksi kejadian yang juga tetangga korban, Arief Saefudin, 31, menuturkan, saat itu ia sedang keluar rumah dan melihat kepulan asap dan kobaran api di rumah Suhadi. “Saya panik dan memanggil tetangga lain. Pada saat itu, Pak Suhadi tidak ada di rumah,” kata Arief.

Saksi lainnya, Yuni, 35, menuturkan, saat kejadian, ia sedang keluar dari rumah dan melihat kobaran api dari rumah milik Suhadi. Langsung pada saat itu, ia meminta tolong kepada warga dan melapor ke UPT Damkar Kota Magelang.

“Waktu saya buka pintu rumah, asap hitam mengepul dari lokasi kejadian, ternyata api sudah berkobar di rumah Pak Suhadi,” papar Yuni.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Magelang As’at mengatakan, usai menerima laporan dan melakukan pengecekan, petugas damkar langsung meluncur ke lokasi. “Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Warga beserta petugas kepolisian juga turut membantu pemadaman,” jelas As’at.

Akibat sempitnya jalan menuju lokasi kebakaran, upaya pemadaman tidak dapat dilakukan secara langsung. Petugas harus menyambung selang air hingga ke lokasi kebakaran. “Selain itu sumber air juga tidak ada, jadi empat armada sekaligus dikerahkan,” tuturnya. Api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 06.40 WIB.

As’at mengatakan, sumber kebakaran diduga berasal dari percikan api dari kompor di dalam rumah milik Suhadi. Api menyambar barang-barang bekas yang ada di dalam rumah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta.

“Yang bersangkutan ini sepertinya lupa mematikan kompor sebelum berangkat bekerja, akibatnya menyambar barang-barang yang ada di dalam rumah. Semuanya habis terbakar. Kejadian ini sudah dua kali terjadi, dahulu juga di tempat yang sama,” kata As’at.

Sementara, Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kasubaghumas AKP Esti Wardiani menjelaskan perkiraan sumber api yang berbeda dari pemadam kebakaran. Versi polisi, sumber api diperkirakan diduga dari puntung rokok yang membakar barang-barang rongsok dengan kondisi berserakan di dalam rumah. “Menurut hasil olah tempat kejadian. Adapun untuk keadaan rumah berupa bangunan dari batako dengan atap dari asbes, sedang untuk isi rumah berupa rongsok atau barang-barang bekas,” jelas Esti. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penumpang Kereta Api Naik 10 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masa libur panjang Imlek 2018 ini, ternyata dimanfaatkan masyarakat pengguna kereta api (KA) untuk pulang kampung halaman. Beberapa kota seperti Jakarta...

Digital Economy dan Pusaran Disrupsi

RADARSEMARANG.COM - Tata ekonomi telah bergeser menuju pada tata ekonomi baru yang disebut dengan digital economy, yaitu tata ekonomi yang didasarkan pada ilmu pengetahuan,...

Blangko Kurang, Pemohon Membeludak

MAGELANG–Masih ada 2,5 persen warga Kota Magelang dari 101.078 wajib pemilik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) belum tergarap. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)...

Bangun Jalan Permudah Akses Wisata Watu Layah

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Sebanyak 300 warga Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan dilibatkan dalam gotong-royong program padat karya tunai (PKT) 2018  BNI Kantor Cabang Temanggung. Padat...

Ruang Rawat Inap Kelas III Terbatas Jadi Kendala

Sejak 1 November lalu, Pemkot Semarang meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC). Jaminan kesehatan gratis bagi warga Kota Atlas ini bekerjasama dengan Badan Penyelenggara...

Tri Lomba Juang Mulai Dibuka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembangunan GOR Tri Lomba Juang (TLJ) telah selesai. Kemarin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama FORMI (Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat...