Selain terkendala bahan, perajin rebana ini juga terkendala alat. Adib hanya memiliki sejumlah peralatan seperti mesin bubut, kompresor, dan bor dalam ukuran kecil. Sehingga membuat Adib kesulitan untuk lebih berinovasi lagi. Dirinya berharap ada uluran bantuan dari Pemerintah agar usaha skala rumahannya ini dapat lebih berkembang.

”Mesinnya memang masih terbatas. Kalau ada bantuan saya sangat senang. Karena angan-angan saya adalah bisa memiliki tenaga, sehingga sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang di sekitar,” kata dia.

Tidak hanya itu, dalam hal pemasaran, Adib juga masih mengandalkan pemasaran melalui penawaran dari pintu ke pintu. Ia berharap, pemasaran produknya dapat dilakukan secara lebih baik sehingga memliki pangsa pasar yang lebih luas.

Sementara itu, kepala Desa Nyemoh mengatakan bahwa usaha ini memang menjadi salah satu unggulan di Desa Nyemoh. Usaha ini, oleh Pemerintah desa akan terus didukung agar bisa lebih berkembang lagi dan memberikan manfaat kepada penduduk Desa Nyemoh.

”Kami inginya ini bisa membuka lapangan pekerjaan. Ini sangat bagus menurut kami, karena sekaligus melestarikan alat musik rebana biar tidak dilupakan,” jelas Nur Kholis saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang. (cr4/bas)