Penerimaan Pajak Baru 67,4 Persen

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Penerimaan pajak dalam wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I hingga 26 November lalu mencapai Rp 20,9 triliun. Jumlah tersebut 67,4 persen dari total target tahun ini yang sebesar Rp31,029 triliun.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Irawan mengatakan, di sisa waktu yang kurang dari dua bulan ini, pihaknya terus berupaya menggenjot penerimaan. Termasuk melakukan penagihan dari sejumlah penunggakan.

“Bulan November yang kurang seminggu ini, setidaknya bisa terkumpul Rp 600 miliar. Kemudian untuk Desember, tahun lalu penerimaan bisa mencapai Rp 5 triliun. Jadi total hingga akhir tahun nanti, diperkirakan penerimaan pajak dapat mencapai Rp 25,7 triliun,” ujarnya.

Bila dibandingkan tahun lalu dimana realisasi pajak mencapai Rp 29,2 triliun, maka perkiraan penerimaan tahun ini lebih kecil bila dibanding realisasi penerimaan tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan sebagian penerimaan tahun lalu ditopang oleh penerimaan dari tax amnesty.

“Dari total realisasi, Rp 8 triliun berasal dari tax amnesty. Jadi bila tanpa tax amnesty, tahun lalu penerimaan pajak sekitar Rp 21,2 triliun. Jika dibandingkan pencapaian hingga November ini saja, sudah mengalami pertumbuhan hingga 15 persen,” ujarnya.

Dari realisasi penerimaan tersebut lanjutnya, kontribusi terbesar dari sektor industri pengolahan, yaitu mencapai 47,5 persen, kemudian disusul oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 18 persen, lalu industri jasa keuangan dan asuransi sebesar 18 persen, administrasi pemerintahan sebanyak 6 persen dan sektor konstruksi berkontibusi sebesar 5 persen. “Industri pengolahan sendiri, separuhnya berasal dari pajak industri rokok dan tembakau,” ujarnya. (dna/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -