33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

2018 Pusat Kota Demak Bersih dari PKL

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

DEMAK – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Kiai Singkil (kawasan Pendopo) ke tempat baru dikawasan depan SMPN 5 tidak akan mematikan usaha kecil tersebut. Justru, relokasi ini memberikan kesempatan kepada PKL untuk tetap berjualan meski lokasinya dipindahkan.

Apalagi, tempat relokasi telah disediakan yakni dibantaran Sungai Tuntang Lama sebelah barat Polres Lama. Sedangkan, untuk PKL yang berada di kawasan Katonsari direlokasi ke depan lapangan KONI di jalan Sultan Hadiwijaya, Kota Demak. Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Bambang Saptoro menegaskan, dengan adanya relokasi itu, pemkab berupaya memberdayakan PKL.

“Saat audiensi dengan perwakilan PKL beberapa waktu lalu, bapak Bupati sudah menyampaikan bahwa relokasi pada prinsipnya tidak mematikan PKL. Sebaliknya, PKL diberdayakan,” katanya.

Menurutnya, relokasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Demak melakukan penataan wajah Kota Demak agar bisa bersih dan tidak kumuh. “Dalam relokasi ini, Satpol PP bertugas menegakkan Perda dan bukan arogansi. Jadi, semua mendasarkan peraturan yang berlaku,” ujar Bambang.

Dia juga menyampaikan, bahwa dalam pandangan fraksi fraksi di DPRD sebelumnya, persoalan PKL dan karaoke selalu disinggung oleh sejumlah fraksi. Fraksi Gerindra misalnya menyebutkan, bahwa keberadaan PKL yang menempati fasilitas umum termasuk trotoar yang mestinya untuk pejalan kaki justru beralih fungsi menjadi tempat usaha (PKL).

Jika hal itu dibiarkan, ruang publik bisa rusak. Fraksi tersebut pun berharap peran Satpol PP untuk melakukan penataan. “Nah, saat Satpol PP menegakkan Perda yang ada, malah kita disalahkan. Sebaliknya, jika tidak menertibkan, juga disalahkan,” katanya.

Bambang menambahkan, sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2004, ketersediaan tempat relokasi sudah disediakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat dan diatur penempatannya oleh Dinas Perdagangan. Bahkan, tempat relokasi juga sudah dibuatkan akses jalan agar gerobak PKL dapat masuk ke tempat yang disediakan tersebut. “Kita dalam menertibkan PKL tidak tebang pilih. Untuk bangunan yang di Trengguli, kita juga masih menunggu dan menagih surat resmi dari PSDA,” katanya didampingi Fikri dan Lilik Handoyo.

Untuk di kawasan Pecinan PKL memang harus mematuhi jam berjualan. Yakni, pagi sampai 07.30 WIB. Dengan demikian tidak mengganggu toko toko Pecinan yang mulai buka jam 08.00 WIB. Rencananya, pada 2018, PKL Pecinan akan direlokasi ke Tembiring. “Semua sudah diperhatikan,” katanya.

Kasi Pertamanan DPU, Erwin menambahkan, tepi sungai Tuntang Lama dikawasan SMPN 5 sudah diizinkan PSDA untuk sementara ditempati PKL. Lokasi yang tersedia sepanjang 320 meter dari jembatan Polres Lama sampai SMPN 5. Jika sampai ke Jalan Pahlawan sepanjang 500 meter. “Akses untk gerobak PKL sudah dibuatkan. Ada 93 PKL yang bisa menempati lokasi tersebut,” katanya. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Risih Kondisi Pasar Doro, Ketua PKK Turun Tangan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kondisi Pasar Doro yang kumuh, membuat Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, prihatin. Sebagai bentuk kepedulian dan cinta lingkungan, Selasa (30/1) tim...

Polisi Dirazia Polisi

KEBUMEN – Sasaran razia kelengkapan kendaraan bermotor tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga personel polisi. Seperti yang diadakan Polres Kebumen Selasa (7/3) kemarin. Sebelum...

11 Tahun, Diterjang Longsor 3 Kali

UNGARAN–Perasaan was-was selalu menghantui benak Junaedi, 48, jika hujan deras mengguyur. Junaedi sejak tahun 2006 tinggal di lingkungan Susukan Siroto, RT 5 RW 2,...

Warna-Warni

Perhelatan Jateng Fair 2017 di Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang Jateng, disemarakkan dengan taman cahaya berupa pepohonan dan bunga-bunga yang semuanya terbuat dari...

Trans Studio Bandung Bidik Pasar Semarang

SEMARANG - Jelang liburan panjang Lebaran, Trans Studio Bandung, bakal dibanjiri pengunjung. Jaringan taman bermain di dalam ruangan (Indoor Theme Park) terbesar di Indonesia...

TMMD Diharapkan Turunkan Angka Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Semarang diharapkan mampu membantu upaya penurunan angka kemiskinan warga. Hal itu dikatakan oleh...