Beranda Jateng Demak 2018 Pusat Kota Demak Bersih dari PKL

2018 Pusat Kota Demak Bersih dari PKL

Others

DEMAK – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Kiai Singkil (kawasan Pendopo) ke tempat baru dikawasan depan SMPN 5 tidak akan mematikan usaha kecil tersebut. Justru, relokasi ini memberikan kesempatan kepada PKL untuk tetap berjualan meski lokasinya dipindahkan.

Apalagi, tempat relokasi telah disediakan yakni dibantaran Sungai Tuntang Lama sebelah barat Polres Lama. Sedangkan, untuk PKL yang berada di kawasan Katonsari direlokasi ke depan lapangan KONI di jalan Sultan Hadiwijaya, Kota Demak. Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Bambang Saptoro menegaskan, dengan adanya relokasi itu, pemkab berupaya memberdayakan PKL.

“Saat audiensi dengan perwakilan PKL beberapa waktu lalu, bapak Bupati sudah menyampaikan bahwa relokasi pada prinsipnya tidak mematikan PKL. Sebaliknya, PKL diberdayakan,” katanya.

Menurutnya, relokasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Demak melakukan penataan wajah Kota Demak agar bisa bersih dan tidak kumuh. “Dalam relokasi ini, Satpol PP bertugas menegakkan Perda dan bukan arogansi. Jadi, semua mendasarkan peraturan yang berlaku,” ujar Bambang.

Dia juga menyampaikan, bahwa dalam pandangan fraksi fraksi di DPRD sebelumnya, persoalan PKL dan karaoke selalu disinggung oleh sejumlah fraksi. Fraksi Gerindra misalnya menyebutkan, bahwa keberadaan PKL yang menempati fasilitas umum termasuk trotoar yang mestinya untuk pejalan kaki justru beralih fungsi menjadi tempat usaha (PKL).

Jika hal itu dibiarkan, ruang publik bisa rusak. Fraksi tersebut pun berharap peran Satpol PP untuk melakukan penataan. “Nah, saat Satpol PP menegakkan Perda yang ada, malah kita disalahkan. Sebaliknya, jika tidak menertibkan, juga disalahkan,” katanya.

Bambang menambahkan, sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2004, ketersediaan tempat relokasi sudah disediakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat dan diatur penempatannya oleh Dinas Perdagangan. Bahkan, tempat relokasi juga sudah dibuatkan akses jalan agar gerobak PKL dapat masuk ke tempat yang disediakan tersebut. “Kita dalam menertibkan PKL tidak tebang pilih. Untuk bangunan yang di Trengguli, kita juga masih menunggu dan menagih surat resmi dari PSDA,” katanya didampingi Fikri dan Lilik Handoyo.

Untuk di kawasan Pecinan PKL memang harus mematuhi jam berjualan. Yakni, pagi sampai 07.30 WIB. Dengan demikian tidak mengganggu toko toko Pecinan yang mulai buka jam 08.00 WIB. Rencananya, pada 2018, PKL Pecinan akan direlokasi ke Tembiring. “Semua sudah diperhatikan,” katanya.

Kasi Pertamanan DPU, Erwin menambahkan, tepi sungai Tuntang Lama dikawasan SMPN 5 sudah diizinkan PSDA untuk sementara ditempati PKL. Lokasi yang tersedia sepanjang 320 meter dari jembatan Polres Lama sampai SMPN 5. Jika sampai ke Jalan Pahlawan sepanjang 500 meter. “Akses untk gerobak PKL sudah dibuatkan. Ada 93 PKL yang bisa menempati lokasi tersebut,” katanya. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,293FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Related News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Penantian D-dimer